Apakah Kamu Memiliki Konsep Diri Positif atau Negatif?



Seperti apa anda memandang diri anda sendiri? Cara kita memandang diri kita sendiri akan sangat berpengaruh pada kondisi psikologis kita. Konsep diri menjadi evaluasi seseorang perihal dirinya; penilaian atau penaksiran terkait berbagai hal yang dimiliki. Lalu, bagaimana sebenarnya konsep diri itu muncul pada diri kita?

Tentu saja, konsep diri tak begitu saja hadir dalam diri seseorang. Namun seiring proses serta pengalaman yang dilalui, konsep itu akan terbentuk dengan sendirinya. Pembentukan konsep diri pada seseorang tersebut akan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Namun salah satu yang sangat berperan penting adalah orang-orang di sekitar kita. Apa yang dipersepsikan orang lain mengenai diri seseorang, tak terlepas dari struktur, peran dan status sosial yang dimiliki seseorang. 

Baca juga: 

Beberapa faktor lain pembentuk konsep diri di antaranya sebagai berikut: 1) Orangtua sebagai kontak sosial paling awal dan juga paling kuat. Apa yang dikomunikasikan orang tua pada anak akan lebih kuat daripada informasi lain yang diterima. 2) Teman sebaya menempati kedudukan kedua setelah orangtua dalam memberi pengaruh terhadap konsep diri, terlebih pada saat penerimaan atau penolakan, peran yang diukir anak dalam kelompok teman sebatanya mungkin mempunyai pengaruh dalam pandangan tentang dirinya sendiri. 3) Masyarakat, yang menghadirkan berbagai fakta dan kondisi yang ada, di mana akhirnya hal tersebut sampai pada anak dan masuk ke dalam konsep diri. 4) Belajar, di mana muncul konsep bahwa konsep diri kita adalah hasil belajar, dan belajar dapat didefinisikan sebagai perubahan psikologis yang relatif permanen yang terjadi dalam diri kita sebagai akibat dari pengalaman yang dilewati.

Pada akhirnya, kita akan memiliki konsep diri positif atau negatif. Konsep diri positif lebih kepada penerimaan diri bukan sebagai suatu kebanggaan yang besar tentang diri. Konsep diri yang positif bersifat stabil dan bervariasi. Seseorang yang memiliki konsep diri positif merupakan orang yang paham betul perihal dirinya, serta dapat memahami dan menerima berbagai fakta yang sangat bermacam-macam tentang dirinya sendiri, evaluasi terhadap dirinya sendiri menjadi positif dan dapat menerima keberadaan orang lain. Seseorang yang memiliki konsep diri positif akan merancang tujuan-tujuan yang sesuai dengan realitas, yaitu tujuan yang memiliki kemungkinan besar untuk dapat dicapai, mampu menghadapi kehidupan di depannya serta menganggap bahwa hidup adalah suatu proses penemuan. 


Singkatnya, seseorang yang memiliki konsep diri positif adalah seseorang yang paham betul siapa dirinya sehingga dirinya menerima segala kelebihan dan kekurangan, evaluasi terhadap dirinya menjadi lebih positif serta mampu merancang tujuan-tujuan yang sesuai. 

Sedangkan konsep diri negatif, terbagi dalam dua. Pertama: pandangan seseorang tentang dirinya sendiri benar-benar tak teratur, tak memiliki kestabilan dan keutuhan diri. Seseorang tersebut benar-benar  tak tahu siapa dirinya, kekuatan dan kelemahannya atau yang dihargai dalam kehidupannya. Kedua: pandangan tentang dirinya sendiri terlalu stabil dan teratur. Hal ini bisa terjadi karena seseorang didik secara keras, sehingga membentuk diri yang tak mengizinkan adanya penyimpangan dari seperangakat hukum yang dalam pikirannya merupakan cara hidup yang tepat.  

Sekiranya, seseorang mampu mencapai keseimbangan dalam dirinya dan mampu membentuk konsep diri yang lebih positif. 



Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel