Wawancara Bersama Daniel Kahneman, Peraih Nobel 2002

By IndoPositive - 9:00:00 PM


Daniel Kahneman meraih penghargaan Nobel pada tahun 2002 setelah melakukan pengembangan psikologi kognitif yang dapat menjadi dasar dari perilaku ekonomi.  Pihak dari IPE.com sempat berbincang dengannya.

Baca juga: Apakah kita mampu berbahagia sepanjang waktu?

IPE: Mungkin Anda bisa mulai dengan bercerita tentang sejarah ekonomi perilaku. Banyak anak muda khususnya berpikir itu benar-benar sesuatu yang baru atau sudah ada sejak dulu. Bagaimana Anda mengembangkan ide itu?

Daniel Kahneman: Saya tidak mengembangkan ide itu. Sebagaimana yang  terjadi sekarang, dengan beberapa orang yang menjadi ahlinya, Anda harus melacak karir satu orang - Richard Thaler [sekarang seorang profesor di University of Chicago]. Dialah ahli utama dari ekonomi perilaku. Dia mendapat pengaruh dari hasil penelitian kami dan kini kami menjadi teman dan saling berkolaborasi. Dan dia memberi pengaruh  di bidang ekonomi. Bukan karena kami yang mempengaruhinya. Kami hanya membuat tugasnya menjadi lebih muda karena Teori Prospek diterbitkan dalam jurnal bergengsi. Tapi hal utama yang terjadi adalah Richard Thaler memulai mengkaji perilaku ekonomi.  Dan mendedikasikan diri pada bidang itu. Saya rasa dia jenius dan memiliki sejumlah ide yang sangat penting. Terkadang saya disebut sebagai Bapak Ekonomi Perilaku, tap sebenarnya tidak. Saya adalah kakek, dalam cara tertentu. Atau paman utama. Saya mulai menepi. Tapi inilah perkembangan  di bidang ekonomi. 

Saya baru-baru ini mendengar ceramah yang diberikan Richard Thaler di London School of Economics dan dia memberikan banyak pujian kepada Anda.

Itu tentu terdengar menyenangkan. Saya pantas mendapatkan banyak pujian karena dia mendapatkan pengaruh dari hasil penelitian kami. Dia mencari kami. Ada teks dasar ekonomi perilaku yang merupakan makalah yang diterbitkan Dick Thaler pada tahun 1980 yang disebut “Towards a Positive Theory of Consumer Choice” Makalah itu menerapkan Teori Prospek. Jadi dia menggunakan teori kami untuk menjelaskan fenomena yang dia amati Itu benar-benar sebuah sanjungan. Kami memiliki teori dan dia mampu melihat bahwa teori itu akan berdampak bagi lingkungannya.

Anda dan mantan rekan kerja Anda Amos Tversky adalah psikolog. Jadi, Anda mengembangkan teori psikologi yang kemudian menjadi latar belakang ekonomi perilaku?

Iya. Apa yang dipelajari Dick Thaler adalah perilaku konsumen. Itu perilaku individu. Tapi dia melihatnya dari sudut pandang seorang ekonom. Dan dia melihat bahwa itu bertentangan dengan teori ekonomi. Itulah kontribusinya. Dan dia mengambilnya dari sana.
Ya, tetapi teori psikologi mendukung ekonomi perilaku?

Oh ya. Perbedaan antara ekonomi perilaku dan ekonomi standar benar-benar hanya asumsi. Dan cara itu dilakukan bukan karena mereka menyerah pada rasionalitas sepenuhnya. Mereka mengutak-atik teori, mereka menambah kerumitan pada model rasional untuk membuatnya lebih realistis.

Saya perhatikan Anda tampaknya berhati-hati untuk tidak berbicara tentang “irasionalitas”.

Saya benci kata itu.

Tetapi ada psikolog yang berbicara tentang irasionalitas.

Ya, Dan Ariely [dari Duke University] dan beberapa orang lainnya. Ketidakrasionalan bagi saya menyiratkan sesuatu yang lain. Impulsif, emosi dan sebagainya. Hal-hal yang sering kita bicarakan tentang kesalahan kognitif. Mereka tidak rasional dalam arti bahwa rasionalitas didefinisikan dalam standar ekonomi, yang merupakan definisi yang secara psikologis yang benar-benar tidak masuk akal. Ini menuntut pandangan yang sepenuhnya komprehensif dari segala sesuatu di masa depan dan konsistensi. Di satu sisi, rasionalitas, sebagaimana didefinisikan dalam teori ekonomi atau teori keputusan, secara psikologis sangat tidak realistis sehingga tidak relevan. Ini yang salah. Faktanya adalah orang- orang memang tidak rasional tetapi definisi yang sangat sempit ini tidak berarti bahwa mereka selamanya akan tidak rasional.

Kita sampai pada inti pertanyaan. Bisakah Anda menjelaskannya sedikit lagi?

Nah ada perbedaan karakteristik. Otak, pikiran, memiliki cara kerja yang khas dan kuat di beberapa area dan relatif lemah di area lain. Ini sangat bagus dalam membangun cerita dan memahami hubungan sebab akibat. Menciptakan interpretasi yang koheren. Ini relatif lemah dalam penalaran statistik dan berpikir secara gabungan. Dan dalam menarik kesimpulan dari umum ke khusus. Itu tidak kuat.

Jadi sumbernya ada dalam keterbatasan kognitif kita?

Iya. Saya berargumen bahwa sumbernya adalah dalam karakteristik System One [berpikir cepat dan otomatis], yang biasanya berkaitan dengan cerita individu dan ini hal yang spesifik. Di mana secara karakteristik lemah ada pada tampilan luar: statistik, tarif dasar, regresi ke rata-rata. Banyak dari fenomena ini pada dasarnya non-kausal tetapi bersifat statistik.

Mungkin saya bisa bertanya tentang argumen berbeda dari beberapa ekonom? Salah satunya adalah mereka mengatakan tidak sepakat bila manusia selalu rasional. Mereka hanya memiliki model ekonomi yang mengasumsikan rasionalitas yang luas dalam hal perilaku manusia.

Saya tidak ingin berdebat dengan para ekonom. Saya seorang ahli psikologi dan membiarkan para ekonom berperang sendiri.

Bagaimana dengan pandangan lain, yaitu bahwa orang dapat berkumpul bersama dan merefleksikan keputusan mereka? Jadi keputusan besar dapat menjadi bagian dari proses interaktif.

Secara empiris, keputusan paling penting jarang terjadi. Dan kami tidak memiliki kesempatan untuk mempelajarinya. Dan kita tidak pandai belajar kecuali menerima konsekuensinya secara langsung. Di dunia nyata kita sangat pandai belajar mengemudi. Ini sistem sempit dengan aturan yang sangat jelas. Kami tidak memiliki kesempatan untuk belajar ketika menyangkut keputusan penting. Hasilnya terlalu jauh dan jumlahnya terlalu sedikit. Jadi tidak ada mekanisme untuk mempelajarinya.

Bagaimana dengan perusahaan, di mana dewan biasanya membahas keputusan utama? Apakah mereka rentan terhadap kesalahan yang sama?

Dalam beberapa hal mereka lebih baik dan dalam beberapa hal mereka lebih buruk. Jika Anda memiliki sekelompok individu yang semuanya membuat kesalahan yang sama, mereka cenderung menjadi lebih percaya diri dengan kesalahan mereka. Mereka cenderung lebih ekstrim daripada individu. Salah satu hal yang saya temukan mengejutkan adalah betapa sedikit waktu yang mereka habiskan untuk proses kelompok yang efektif. Misalnya, berapa banyak perhatian yang mereka berikan untuk rapat. Tapi Anda merasa ada seni dan ilmu tentang bagaimana melakukan pertemuan dan orang-orang harus lebih memikirkannya. Pada umumnya, ini bukan norma umum di dunia bisnis.

Bagaimana perasaan Anda tentang apa yang dimulai sebagai teori psikologi yang kemudian diambil oleh para ekonom dan lembaga keuangan?

Saya selalu percaya bahwa keberuntungan adalah faktor yang sangat besar dalam kehidupan sehingga hal itu semakin meningkatkan kepercayaan saya pada berbagai kesempatan. Saya sangat beruntung.

Bahkan jika ada keberuntungan pasti ada sesuatu yang membuat orang cenderung tertarik pada ide-ide Anda.

Topiknya keberuntungan. Semua orang tertarik dengan cara orang berpikir. Tidak ada topik lain yang dapat dipahami semua orang dan semua orang tertarik. Dan Anda dapat berkomunikasi dengan sangat mudah menjadi salah satu contohnya.

Saya perhatikan Anda selalu berhati-hati untuk memberi pujian kepada kolega Anda yang sudah meninggal, Amos Tversky.

Iya. Ada sebuah buku yang keluar pada bulan Desember oleh Michael Lewis tentangi Amos Tversky dan saya [The Undoing Project: A Friendship that Changed Our Minds (WW Norton)].

Baca juga: Daftar buku yang paling berpengaruh selama 2004-2014

Penulis dari Liar's Poker, Moneyball, dan Big Short?
Iya.

Dan jika ada sebuah film, Anda tahu siapa yang akan berperan sebagai Anda?

Saya tidak tahu tetapi saya akan senang jika itu adalah Brad Pitt.

*Diterjemahkan Indopositive dari wawancara Daniel Kahneman di www.ipe.com.

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar