Melihat Prediksi Bekerja di Sekitar Kita

INDOPOSITIVE.org — Keputusan yang baik terkadang dihasilkan dari prediksi yang baik. Namun, kemampuan kita dalam memprediksi tentu saja berbeda-beda. Semakin banyak informasi yang kita dapatkan mampu memberikan pengaruh dalam menciptakan prediksi yang tepat. Tapi tidak semua informasi yang lebih dapat menjadikan prediksi lebih tepat, bahkan sebaliknya. Prediksi yang didapatkan setelah mendapatkan banyak informasi menjadikan prediksi menjadi lebih buruk. Penelitian Nizbet bersama timnya yang diterbitkan dalam jurnal yang berjudul, The dilution effect: Nondiagnostic information weakens the implications of diagnostic information, menjelaskan bahwa “dilution effect” yaitu informasi yang cukup relevan bila diberikan dapat mengurangi ketepatan prediksi. 



Sebagai contoh, kelompok yang hanya diberikan catatan kemenangan atau kekalahan serta skor akhir tim basket, mampu memiliki prediksi yang lebih baik dibandingkan dengan kelompok yang sekaligus diberikan nama-nama tim basket. Hal tersebut diakibatkan oleh identitas tim yang berpengaruh dalam ingatan serta pengambilan keputusan untuk menciptakan prediksi yang akurat. Yoon bersama timnya membuktikan hal tersebut dalam jurnal yang berjudul “The devil is in the specificity: The negative effect of prediction specificity on prediction accuracy” telah membuktikan bahwa prediksi yang lebih rinci hanya akan memperburuk prediksi. Misalnya, memprediksi skor akhir pertandingan sepak bola, disertai dengan memprediksi tim mana yang akan menang dan kalah. 

Dalam tiga kali percobaan, Yoon bersama timnya menemukan bahwa prediksi menjadi lemah saat kita hendak memprediksi skor akhir dibandingkan cukup memprediksi hasil pertandingan apakah tim akan menang, kalah atau seri. Sehingga, dari hasil tersebut kita dapat melihat bahwa prediksi yang menuntut hasil lebih detail akan mengurangi ketepatan prediksi kita, mengapa? 

Kelly dan Simmons di tahun 2016 dalam jurnal yang berjudul,“When Does Making Detailed Predictions Make Predictions Worse?” mencoba menjelaskan pertanyaan sebelumnya. Melalui 19 eksperimen yang dilakukan, tim peneliti memberikan kesempatan pada subjek untuk membuat prediksi secara detail dan non-detail tentang pertandingan olahraga lalu tim peneliti memeriksa apakah prediksi detail adalah prediksi yang buruk. Terkumpul 407.045 prediksi dari total peserta 10.896. Olahraga yang dipilih adalah Baseball, Hockey, Basket, dan Sepakbola. Pada dasarnya, prediksi sederhana memiliki kecenderungan yang tepat dibandingkan prediksi yang detail, misal bagi yang menebak tim menang lebih tepat prediksinya dibandingkan dengan kelompok yang menebak skor dan skor serta tim yang menang. Namun, penelitian Kelly dan Simmons berhasil melengkapi penelitian sebelumnya untuk mengungkapkan bahwa prediksi detail akan bermasalah ketika informasi yang diberikan kurang relevan namun jika relevan, prediksi tersebut tetap dapat berpengaruh. 


Lahir di Pinrang, 4 Maret 1992. Senang membaca, menulis, meneliti. Penulis dapat dikunjungi di www.wawankurn.com

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments :

Post a Comment