Apakah Rasa Syukur Mampu Mengurangi Kesepianmu? - IndoPositive

Breaking

BANNER 728X90

Sunday, November 20, 2016

Apakah Rasa Syukur Mampu Mengurangi Kesepianmu?

INDOPOSITIVE.org — Pernahkah anda merasa kesepian? Pertanyaan ini mungkin akan menimbulkan beragam jawaban yang relatif berbeda, tergantung dari pengalaman setiap individu. Namun orang-orang yang sering merasakan kesepian, patut mengetahui bahwa kesepian begitu erat kaitannya dengan bentuk rasa syukur kita. Mengapa demikian?



Individu yang cenderung bersyukur akan mengalami emosi yang positif sehingga sangat minim untuk merasakan kesepian. Penelitian sebeumnya oleh Watkins di tahun 2013 bersama timnya menjelaskan bahwa rasa syukur dan kesehatan mental sangat berkorelasi. Individu yang terbiasa bersyukur, jarang mengalami emosi negatif, seperti depresi dan kecemasan, selain itu rasa syukur memperbaiki kesehatan mental, dan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan. Temuan lain, Algoe bersama rekannya Fredrickson di tahun 2001 sebelumnya menjelaskan dalam studinya yang berjudul, Emotional fitness and the movement of affective science from lab to field. Teori emosi positif menjelaskan bahwa sebagai emosi positif, syukur memberikan pengaruh pada skema kognitif, meningkatkan aktivitas dan fleksibilitas, membangun sumber daya psikologis dan sosial, dan menghilangkan efek negatif yang ditimbulkan oleh emosi negative. Lantas bagaimana rasa syukur berhubungan dengan pengalaman kesepian?

McCullough serta timnya di tahun 2002 menjelaskan hal tersebut dalam jurnalnya yang berjudul, The grateful disposition: A conceptual and empirical topography. Temuan tersebut menjelaskan bahwa rasa syukur mewakili efek pada kesehatan emosional dan spiritual, dan menyatakan bahwa rasa syukur dipicu oleh proses individu berkonsentrasi pada pengalaman positif mereka dan menghubungkan pengalaman-pengalaman positif untuk faktor eksternal, seperti rahmat atau bantuan dari orang lain. Individu yang merasa sangat bersyukur cenderung untuk mengingat bantuan dan sangat percaya diri bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan sosial yang ada di sekitarnya sehingga menekan hadirnya emosi negatif untuk meminimalkan rasa kesepian. Lalu bagaiman solusi untuk mereka yang selalu merasa kesepian ?


Shinguang, Ruidong dan Zhang di tahun 2015 dalam jurnal yang berjudul, Effect of Gratitude on loneliness of Chinese college students: social support as a mediator mencoba menawarkan solusi untuk meringankan kesepian dan meningkatkan kesehatan mental mahasiswa. Tim peneliti merekrut 728 mahasiswa dari enam perguruan tinggi yang ada di Cina untuk berpartisipasi dalam penelitian tersebut. 

Hasilnya, dukungan sosial merupakan faktor penting yang mempengaruhi kesepian, dan individu yang menerima dukungan lebih, dari pasangan, teman, atau anggota keluarga mereka, akan merasa terhindar dari kesepian daripada mereka yang menerima kurang dukungan. Namun, dukungan sosial juga berdampak dalam meningkatkan rasa syukur sehingga nantinya dapat membantu individu dapat menciptakan emosi positif yang menekan terciptanya emosi negatif dari rasa kesepian itu. Rasa syukur itulah yang mengarahkan individu untuk kembali merasakan berbagai bentuk dukungan sosial yang pernah dialami. Sudahkah kita bersyukur hari ini? 


No comments:

Post a Comment