Thursday, August 2, 2018


INDOPOSITIVE.org Saat ini dalam sehari, tiap orang cenderung menghabiskan waktu mereka hanya untuk bekerja. Waktu istirahat pun hanya digunakan untuk tidur bahkan kurang sesuai dengan kebutuhan seharusnya. Dengan alasan itulah yang individu cenderung mengabaikan aktivitas fisik yang setara pentingnya dengan bekerja dan istirahat.  Aktivitas fisik merupakan kegiatan yang mempunyai segudang manfaat. Kita bisa memulainya kapan saja, di mana saja dan tidak butuh biaya yang besar. Bagaimana aktivitas fisik dapat mendukung kesehatan fisik dan mental?
Sumber gambar: ggia.berkeley.edu
Sebuah penelitian menarik beberapa waktu lalu sempat menggemparkan kita, bahwa orang Indonesia merupakan penduduk yang paling malas sedunia. Para peneliti di Universitas Stanford menggunakan data menit per menit dari 700.000 orang yang menggunakan Aplikasi Argus--aplikasi pemantau aktivitas--pada telepon seluler mereka. Hasilnya, orang-orang di Hong Kong menempati urutan teratas dalam daftar penduduk paling rajin berjalan kaki. Rata-rata publik Hong Kong berjalan kaki sebanyak 6.880 langkah setiap hari. Adapun penduduk paling malas sedunia adalah orang Indonesia yang berada pada posisi terbuncit dengan mencatat 3.513 langkah per hari.
Jika belajar dari penelitian yang dilakukan oleh Salonen beserta koleganya yang dimuat dalam American Journal Of Epidemiology yang berjudul Physical Activity And Risk Of Myocardial Infarction, Cerebral Stroke And Death: A Longitudinal Study In Finland. Begitu pun dengan New England Journal Of Medicine yang berjudul Physical Activity, All-Cause Mortality, And Longevity Of College Alumni, menyatakan bahwa individu yang rutin melakukan aktivitas dapat mereduksi beberapa perkembangan jenis penyakit seperti obesitas, penyakit kardiovaskuler, penyakit jantung koroner, stroke diabetes tipe-2, osteoporosis, gangguan tidur, tekanan darah tinggi dan kematian di usia muda.
Selain bermanfaat bagi kesehatan fisik,  aktivitas fisik juga dapat memengaruhi kondisi psikologis individu. Beberapa hasil penelitian yang dimuat di jurnal World Psychiatry yang ditulis oleh Stuart Biddle dengan judul Physical Activity And Mental Health: Evidence Is Growing menunjukan hasl bahwa aktivitas fisik dapat memengaruhi mood, harga diri, fungsi kognitif serta penolakan, depresi, dan kualitas hidup.
Setelah mengetahui beberapa manfaat aktivitas fisik. Memulai bukanlah hal yang mudah tapi setidaknya kita bisa mencobanya dengan perlahan dan rutin. Bangun pagi adalah waktu yang ideal untuk melakukan olahraga agar aktivitas selanjutnya dapat berjalan lancar dan produktif. Selamat mencoba!


Wednesday, August 1, 2018

Sumber Gambar: io9 - Gizmodo

INDOPOSITIVE.org — Sudah tidak diragukan lagi, delapan dari sepuluh orang yang ada di sekitar anda mungkin dengan mudah mengatakan,“cobalah berpikir positif!” saat sejumlah masalah atau tantangan menghadang anda. Dan kejadian ini mungkin akan berulang beberapa kali. Namun, apakah hal tersebut benar-benar baik untuk kita? Sejumlah penelitian pun ikut memberikan kontribusi tentang bagaimana pengaruh berpikir positif dalam kehidupan kita. Hasilnya?
Orang-orang yang berpikir positif lebih mudah menghadapi masalah dibanding dengan yang tidak melakukannya. Selain itu, berpikir positif dapat meningkatkan kesehatan, mempercepat terjadinya resiliensi dan masih banyak lagi. Tapi kali ini, marilah kita mulai dengan mencoba menjawab pertanyaan ini, “Apakah berpikir positif benar-benar baik untuk kita?”
Selama beberapa tahun belakangan ini, psikologi positif hadir dan terus melakukan penelitian untuk mengembangkan berbagai topik seperti kebahagiaan, nilai-nilai kebajikan manusia, kekuatan karakter dan berbagai hal yang jarang dijelaskan di ilmu psikologi sebelumnya. Salah satunya tentang optimisme. Satu hal yang paling berpengaruh dalam penerapan berpikir positif yang ada selama ini. Secara tidak langsung, orang-orang diajak untuk menjadi optimis terhadap apa yang dihadapinya. Martin Seligman, yang merupakan salah seorang pendiri Psikologi Positif, pernah menuliskan dalam sebuah buku bahwa optimisme mampu mengabaikan realitas yang ada dan menghalangi pengambilan keputusan yang tepat pada diri seseorang.
Celakanya, budaya berpikir positif mulai menggerogoti jalan pikiran kita dengan mengganggap semuanya akan baik-baik saja. Hal yang akan hilang dari diri kita saat itu terjadi adalah lemahnya antisipasi. Berbeda dengan orang-orang pesimis yang dengan caranya sendiri, mencoba untuk menyiapkan hal-hal yang mungkin akan menjadi sebentuk antisipasi yang lebih mapan dibanding orang-orang optimis. Orang-orang optimis kemudian jauh lebih bersemangat dengan antisipasi yang mereka lakukan. Kondisi ini dijelaskan dalam penelitian yang dilakukan Julie Norem bersama koleganya tentang pesimisme. Sejumlah penelitiannya kemudian dapat kita nikmati dalam bukunya yang berjudul  The Positive Power Of Negative Thinking.
          Selain itu, penelitian tahun 2001 yang dilakukan Martin Seligman dan Derek Isaacowitz pada kalangan usia lanjut menemukan bahwa mereka yang pesimis tidak rentan terkena depresi setelah menghadapi musibah besar seperti kematian orang terdekat. Mereka cenderung menyiapkan diri dengan berbagai kemungkinan paling buruk yang akan menimpa mereka di masa depan. Hal yang secara mental menguatkan dan membuatnya menjadi lebih antisipatif terhadap berbagai ketidakpastian.
          Hal menarik lainnya bisa kita pelajari dari temuan Joanne Wood, seorang psikolog asal Universitas Waterloo. Bersama rekan tim penelitinya, Joanne menjelaskan jika orang-orang yang mempunya harga diri tinggi mengulang-ulang kalimat positif seperti “saya orang yang menyenangkan” beberapa kali memang akan bermanfaat. Pengulangan itu menciptakan suanasa yang jauh lebih positif. Hanya saja, orang-orang yang pada dasarnya memiliki harga diri rendah, kemudian mengucapkan kalimat positif – itu akan menjadi bumerang. Pasalnya, perulangan seperti itu secara tidak sadar membawa mereka pada ingatan tentang kegagalan atau ketidakmampuan mereka sebelumnya.
Lalu, bagaimana selanjutnya? Kita mungkin bisa hidup seperti Pollyanna dalam buku karangan Eleanor H. Porter yang diterbitkan tahun 1913. Hidup dalam dunia anak-anak yang dipenuhi dengan optimisme hingga lupa dengan dunia yang sebenarnya. Namun, kita juga tentu harus memahami bagaimana kondisi realitas yang sebenarnya. Istilah Pollyannaism kemudian digunakan dalam menjabarkan sikap positif bias yang cenderung menyerang kita hari ini. Pertanyaan selanjutnya yang penting untuk direfleksikan adalah, “Bagaimana cara kita menggunakan positive thinking atau negative thinking dalam waktu yang bersamaan?”

Thursday, April 12, 2018




INDOPOSITIVE.org - Pernahkah kau merasa ingin melakukan sebuah perubahan tapi merasa tak mampu sama sekali? Atau saat kau mulai melakukannya, kau merasa gagal dan memutuskan untuk berhenti? Berbagai langkah yang kita coba, bisa saja menawarkan keberhasilan sekaligus kegagalan. Salah satu buku yang menurut kami layak untuk dinikmati dan membantu menjawab sejumlah pertanyaan tadi adalah “Switch” karya Chip bersama rekannya Dan Heath.

Perubahan bisa terjadi dalam diri sendiri maupun kelompok. Topik “perubahan” menjadi sesuatu yang tak akan habis dibicarakan. Dalam buku “Switch” penulis menawarkan konsep yang sederhana namun mudah untuk diterapkan dalam kehidupan diri kita maupun kelompok atau organisasi. Bukan hanya konsep yang ada di dalam buku ini, melainkan contoh serta cerita yang menjadikan bukti jika konsep tersebut berhasil.

Terdapat tiga konsep dalam buku Switch yang dapat kita kembangkan, konsep itu digambarkan dengan metafora “Pawang, Gajah, dan Jalan”

Pawang
Pada konsep ini, penulis menggambarkan sisi rasional kita. Kemampuan individu yang seringkali berpikir, berpikir dan berpikir. Di sisi lain, kemampuan itu malah membuat seseorang tak mampu bergerak sama sekali. Lantaran takut dan cemas dengan langkah yang akan ditempuh, akhirnya dia pun terjebak pada sisi rasional itu sendiri. Namun, pawang memiliki peran penting dalam berhasil atau tidaknya dia dalam mengendalikan gajah. Ada apa dengan gajah?
Gajah
Pada konsep ini, penulis menggambarkan sisi emosional kita. Ruang kita bergerak dengan dipengaruhi dari bagaimana kita merespon situasi yang ada, perasaan-perasaan yang lahir memberikan efek besar dalam menciptakan perubahan. Tapi di satu sisi, gajah bersifat santai dan lebih memilih untuk diam. Sebuah emosi yang besar mesti menggerakkannya agar tidak berdiam. Lalu, pawang (konsep sebelumnya) akan berusaha untuk menggerakkan atau mengendalikan perasaan itu. Hanya saja, sisi rasional melawan sisi emosional bukanlah hal yang mudah. Konsep terakhir akan membantu dua konsep sebelumnya, “Jalan.”

Jalan
Pada konsep ini, penulis menggambarkan tentang arah dan rencana yang akan ditempuh. Butuh strategi khusus untuk memilih jalan agar pawang dan gajah dapat bekerjasama dengan baik. Masalah paling besar dalam mencapai perubahan kadang ada pada titik ini. Ketika gajah dan pawang akan bekerjasama, jalan yang akan dilalui ternyata tak mampu memberikan ruang yang tepat untuk melangkah. Akhirnya, terjadi konflik yang berkepanjangan dan mengakibatkan muncul kondisi beku. Tak mampu bisa melakukan apa-apa.

          Maka, tiga konsep itu saling berkaitan dalam memunculkan perubahan. Hanya saja, kita sulit untuk memanfaatkan atau melakukan langkah itu dengan baik. Setidaknya, Chip dan Dan Heath telah memberikan panduan yang cukup mudah untuk kita semua. Berbagai temuan psikologi digabungkan dengan pengalaman berbagai tokoh yang menggunakan konsep itu. Buku ini bisa jadi bahan diskusi serta refleksi untuk kita yang merasa belum benar-benar mencapai perubahan yang diharapkan.

Monday, March 12, 2018


INDOPOSITIVE.org —  Positive Youth Project 2018 menjadi tahun ketiga dengan mengusung tema "Literasi Anak". Seperti tahun-tahun sebelumnya, kami memberikan ruang pada para pemuda untuk belajar dan mengenal lingkungan sekitar. Serta mencoba memberikan kontribusi yang aktif dan bermanfaat bagi sesama.






WHAT?
Positive Youth Project 2018 merupakan kegiatan pelatihan kepemimpinan serta kepedulian dalam menggali potensi positif para pemuda. Mengembangkan keterampilan serta kemampuan untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Kegiatan ini juga akan mengajak para peserta untuk aktif melihat masalah serta kreatif memecahkan masalah sosial yang ada di sekitar kita. Tahun ini, Positive Youth Project mengangkat tema "Literasi Anak" sebagai fokus utama kegiatan.


Selama Program Para Peserta Terpilih akan mendapatkan fasilitas seperti :
1. Ilmu yang Bermanfaat
2. Penginapan;
3. Konsumsi;
4. Seminar Kit;
5. Sertifikat;
6. Dan lain-lain.
KEGIATAN INI TIDAK DIPUNGUT BIAYA


WHY?
Sebab kami percaya bahwa jika jiwa para pelajar SMA/MA/SMK menyimpan potensi besar guna turut berkontribusi di lingkungan sekitar sekolah dan tempat tinggal. Hal tersebut terbukti dalam Positive Youth Project sebelumnya, di mana para alumni berhasil menjalankan dan mengaplikasikan ilmu yang telah didapatkan.

WHO?
Kegiatan ini ditujukan kepada mereka yang:
1. Peserta merupakan siswa-siswi Tingkat sederajat (SMA/SMK/MA)
2. Peserta mendaftar sebagai tim yang terdiri dari dua orang, berasal dari kelas (X, dan XI) dan dalam satu daerah/kabupaten/kota yang sama.
3. Tertarik pada isu-isu sosial dan literasi serta pengembangan karakter.
4. Bersedia mengikuti diskusi mengenai ide kreatif dalam pemecahan masalah.
5. Memiliki ketertarikan dengan hal-hal baru serta menjalin kerjasama dengan orang baru
6. Foto copy kartu pelajar/tanda pengenal lain (1 lembar)
7. Melakukan pendaftaran online di www.indopositive.org (mengisi formulir dengan lengkap).
8. Bersedia mengikut serangkaian acara selama kegiatan berlangsung.

WHERE ?
Pelaksanaan kegiatan akan dilaksanakan di Gedung ATKP  Jl.Poros Makassar KM 25, Maros, Kec.Makassar.

WHEN ?
Pendaftaran tanggal 13 Maret – 12 April 2018
Pengumuman Peserta tanggal 15 April 2018
Pelaksanaan Kegiatan tanggal 26 – 29 April 2018


HOW?
1. Memenuhi persyaratan syarat pendaftaran
2. Foto copy Kartu Pelajar /Tanda pengenal lain dikirim melalui email admin@indopositive.org Cc: indonesia.positivemovement@gmail.com
3. Melakukan Pendaftaran Online melalui www.indopositive.org dan mengisi formulir dengan lengkap.
4.Untuk mendaftarkan diri, silakan klik dan lengkapi link yang ada di sini.
5. Pendaftaran dimulai pada tanggal 13 Maret – 12 April 2018
6. Hasil seleksi akan diumumkan pada web www.indopositive.org pada tanggal 15 April 2018.
7. Konfirmasi kesediaan peserta terpilih selambat-lambatnya 3 hari setelah pengumuman atau tanggal 18 April 2018 melalui via sms ke  085656123020 atau 082348661113.
8. Bagi peserta terpilih silahkan mengikuti informasi selanjutnya melalui Facebook: Indopositive. Twitter: IndoPositive_ID atau via LINE dengan ID @duf1156n.
9. Bagi para peserta yang terpilih tidak akan dipungut biaya.

Know us

Our Team

Contact us

Name

Email *

Message *