Carol D.Ryff dan Psychological Well-Being - IndoPositive

Breaking

Saturday, December 26, 2015

Carol D.Ryff dan Psychological Well-Being

INDOPOSITIVE.org - Hidup bahagia, sejahtera dan bebas dari kecemasan dan stress merupakan dambaan setiap manusia. Bukan hal yang mustahil jika kita menemukan individu yang lebih menghargai dan memanfaatkan hidupnya lebih baik dengan berbagai cara sehingga individu tersebut memiliki kesehatan mental yang baik. Bahagia, sejahtera dan hidup tanpa gangguan psikologis dalam istilah psikologi dinamakan psychological well-being

Carol D.Ryff via ippanetwork.org

Pada tahun 1989, Carol D. Ryff salah seorang profesor yang berasal dari University of Wisconsin-Madison menjelaskan konsep psychological well being. Konsep tersebut dipaparkan melalui jurnal yang diterbitkan dengan judul "Happiness is everything, or is it? Explorations on the meaning ofpsychological well-being." Konsep Ryff tentang psychological well-being hampir sama dengan konsep yang dikemukakan oleh beberapa tokoh psikologi seperti Maslow (aktualisasi diri), Rogers tentang orang yang berfungsi penuh (fully-functioning person), konsep Neugarten tentang kepuasan hidup, pandangan Jung tentang individuasi (individuation), konsep Allport tentang kematangan, kriteria positif individu yang bermental sehat yang dikemukakan Johada dan konsep Erikson dalam menggambarkan individu yang mencapai integrasi dibanding putus asa.

Temuan itu pun menghasilkan enam aspek dari Psychological well being. Hal pertama, merupakan realisasi dan pencapaian penuh dari potensi individu dimana individu dapat menerima masa lalunya dengan segala kelebihan dan kekurangannya (self acceptance). Kedua, menunjukkan sikap mandiri (autonomy). Ketiga, mampu membina hubungan yang positif dengan orang lain (positive relation with others). Keempat, dapat menguasai lingkungannya (environmental mastery). Kelima, memiliki tujuan dalam hidup (purpose in life). Terakhir, mampu mengembangkan pribadinya (personal growth).

Teori tersebut dikembangkan oleh Ryff setelah melewati 25 tahun yang dihabiskan untuk mengkaji sejumlah hal yang mendukung teori tersebut. Lalu dipresentasikan pada tanggal 1 Januari 1989. Semoga selanjutnya kita bisa menemukan kebahagiaan kita masing-masing. 

Penulis: Andi Ardiansyah N
Editor: Wawan Kurniawan