Hans Selye: Sosok Penemu Istilah Stres dalam Psikologi



Kita sudah sering menggunakan istilah stres hari ini. Makna dari stres pun dapat berbeda-beda. Bahkan stres bisa menjadi sebuah candaan bagi beberapa orang. Kita juga sudah paham bila stres dapat menjadi negatif (distress) dan ada pula yang positif (eustress). Dalam penelitian yang berkembang stres mencakup efek biokimia, perilaku, fisiologis dan psikologis. 

Kali ini mari kita mengenal sejarah dari istilah stres. Siapa sebenarnya yang pertama kali menggunakan istilah tersebut dalam psikologi? 

Istilah stres begitu dekat dengan keseharian kita. Bahkan menjadi kosa kata yang kerap kita dengar. Kita berutang pada seorang Hans Selye, seorang peneliti yang diberi gelar sebagai bapak peneliti stres. Hans Selye mulai menggunakan istilah stres setelah menyelesaikan pelatihan medisnya di Universitas Montreal di tahun 1920-an. 

Dia melihat bila tak peduli apa yang diderita pasiennya, mereka memiliki satu kesamaan. Mereka tampak tersiksa dan sakit. Dalam pengamatannya, Hans Selye berpikir jika ada yang membuat mereka semua berada di bawah tekanan fisik. 

Bila membaca artikel yang ditulis Alexandra M. Robinson, Let's Talk about Stress: History of Stress Research kita bisa mengetahui lebih jauh lagi. Pada mulanya, penelitian tentang stres biologis pertama dieksplorasi oleh fisiologis eksperimental bernama Claude Bernard. 

Dari temuan Bernard, Walter Cannon kemudian mengembangkannya hingga mampu menidentifikasi homeostatis. Namun hingga tiba pada masa Hans Selye, kontribusinya dianggap sangat signifikan terkhusus dalam bidang psikologi. 

Meski dia telah menemukan istilah itu sejak tahun 1920-an, namanya di kalangan psikologi baru dikenal pada tahun 1936. Selye adalah seorang peneliti medis di Montreal yang mempelajari perubahan hormon pada tikus. 

Pada akhir tahun 1930-an, ia menyadari bahwa tikus yang ia pelajari merespons tidak hanya suntikan hormon dan plasebo, tetapi juga stres yang disebabkan oleh eksperimen. Stres itulah yang menyebabkan tikus menjadi sakit dan mati. Sejak itu, konsepnya semakin berkembang dan meluas setelah penelitiannya dipublikasikan.

Istilah stres sendiri dipinjam dari bidang fisika. Di dalam fisika, hal tersebut digambarkan dengan gaya yang menghasilkan regangan pada tubuh fisik (mis: menekuk sepotong logam hingga patah akibat gaya, atau tekanan, yang diberikan padanya).

Hans Selye


Hans Selye (Selye J├ínos dalam bahasa Hungaria), lahir di Komarno, Slovakia (pada waktu itu Kom├írom, Hongaria) pada tahun 1907. Selye bersekolah di biara Benediktin, dan karena keluarganya telah menghasilkan empat generasi dokter, dia pun masuk ke Sekolah Kedokteran Jerman di Praha pada usia 17. Hans Selye lulus paling pertama di kelasnya, dan kemudian mendapatkan gelar doktor dalam kimia organik. 

Sebagai seorang mahasiswa kedokteran, Selye mengamati bahwa pasien yang menderita berbagai penyakit seringkali menunjukkan tanda dan gejala yang serupa. Mereka hanya "tampak sakit". Pengamatan ini mungkin merupakan langkah pertama dalam pengakuannya terhadap "stres". 

Dia kemudian menemukan dan menggambarkan General Adaptation Syndrome, sebuah respons tubuh terhadap tuntutan yang diberikan padanya. Sindrom merinci bagaimana stres menginduksi respons otonom hormonal dan, seiring waktu, perubahan hormonal ini dapat menyebabkan borok, tekanan darah tinggi, arteriosklerosis, radang sendi, penyakit ginjal, dan reaksi alergi. 

Karyanya "A Syndrome Produced by Diverse Nocuous Agents" diterbitkan pada tahun 1936 di Nature. Cara kerja dan konsep Selye yang beragam telah digunakan dalam kedokteran dan di hampir semua disiplin ilmu biologi dari endokrinologi hingga pembiakan hewan dan sosial-psikologi. 

Selye menghabiskan banyak waktu dalam hidupnya di Hongaria, di Cekoslowakia, di Amerika Serikat dan di Kanada. Selye juga menulis buku tebal monumentalnya "Stress". Dia sudah dianggap secara internasional sebagai salah satu otoritas terkemuka dunia di bidang endokrinologi, kimia steroid, bedah eksperimental, dan patologi. 

Selye termasuk seorang ilmuwan yang menerima lebih banyak penghargaan daripada dokter lainnya (termasuk urutan tertinggi Kanada), tapi tak sempat menerima  Hadiah Nobel, meskipun ia dinominasikan untuk itu beberapa kali. 

Dia menulis 40 buku dan lebih dari 1700 publikasi, bukunya menjadi buku terlaris di seluruh dunia. Selye meninggal pada tahun 1982 di Montreal, Kanada.

Terakhir, Hans Selye pernah berpesan, "Bukan stres yang membunuh atau mengacaukan kita, tapi respon kita terhadap stres itu sendiri!" 

Semoga kita bisa mengendalikan stres yang kita miliki dengan baik. 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel