6 Tahapan dalam Mengubah Suatu Perilaku



Setiap orang punya perilaku baik dan buruk. Pada perilaku buruk, orang-orang akan berusaha untuk berhenti dan mengubahnya menjadi sesuatu yang baik. Misalkan saja seorang perokok berat, demi kesehatannya dia diminta untuk berhenti dan dia setuju. Hanya saja dalam prosesnya, hal itu tidak semudah yang dibayangkan.


Mengubah setiap perilaku tentu saja punya tantangan dan kesulitan yang berbeda-beda. Setiap orang berjuang sebisa mungkin, namun hasilnya belum tentu seperti yang kita harapkan. Namun, sebelum mencoba untuk mengubah perilaku, ada baiknya kita belajar untuk mengetahui 6 tahapan dalam mengubah suatu perilaku.


Dengan memahami tahapan tersebut, sekiranya dapat memudahkan kita dalam mencapai rencana perubahan perilaku yang kita harapkan. Salah satu pendekatan yang terkenal dalam mengubah perilaku dikenal dengan istilah Transtheoretical Model.


Pendekatan ini diperkenalkan pada akhir 1970-an oleh dua peneliti James Prochaska dan Carlo DiClemente yang mempelajari cara-cara untuk membantu orang berhenti merokok. Enam tahapan yang dikemukan terbukti efektif dalam memahami bagaimana orang mengalami suatu perubahan perilaku.


Adapaun enam tahapan dalam mengubah suatu perilaku berdasarkan pendekatan Transtheoretical Model adalah sebagai berikut:


1. Tahap Pertama: Precontemplation (Prekontemplasi)


Tahap pertama disebut precontemplation (prekontemplasi). Pada tahap ini, orang-orang masih berpikir jika perilaku mereka baik-baik saja. Mereka kerap disebut menyangkal (denial), tidak menganggap perilaku yang ingin diubah sebagai masalah. 


Jika teman-teman berada dalam tahap ini, teman-teman mungkin merasa pasrah dengan keadaan teman-teman saat ini atau percaya bahwa teman-teman tidak memiliki kendali atas perilaku itu.


Jika teman-teman berada di tahap ini, mulailah dengan mengajukan beberapa pertanyaan kepada diri sendiri. Pernahkah Anda mencoba mengubah perilaku ini di masa lalu? Bagaimana Anda mengenali bahwa Anda memiliki masalah? Apa yang harus terjadi agar Anda menganggap perilaku Anda sebagai masalah? 



2. Tahap Kedua: Contemplation (Kontemplasi) 


Tahap kedua disebut contemplation (kontemplasi). Pada tahap ini orang-orang mulai menyadari akan perilaku yang hendak diubah. Hanya saja akan terjadi konflik diri yang cukup berat. Karena ketidakpastian ini, tahap perubahan kontemplasi dapat berlangsung berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.


 Jika teman-teman berada di tahap ini, mulailah dengan mengajukan beberapa pertanyaan penting untuk Anda tanyakan pada diri sendiri: Mengapa Anda ingin berubah? Apakah ada yang mencegah Anda berubah? Apa saja hal-hal yang dapat membantu Anda melakukan perubahan ini?


3. Tahap Ketiga: Preparation (Persiapan)


Tahap ketiga disebut preparation (persiapan). Selama tahap persiapan, Anda mungkin mulai membuat perubahan kecil untuk mempersiapkan perubahan hidup yang lebih besar.


Misalnya, jika menurunkan berat badan adalah rencananya, orang itu mungkin beralih ke makanan yang tidak berlemak atau memiliki kadar lemak yang rendah.


Jika tujuan seseorang adalah berhenti merokok, dia dapat berganti merek atau mengurangi merokok setiap hari. Mungkin juga mengambil tindakan langsung seperti berkonsultasi dengan terapis atau membaca buku-buku self-help.


Jika Anda berada dalam tahap persiapan, ada beberapa langkah yang dapat Anda ambil untuk meningkatkan peluang untuk berhasil membuat perubahan.



Kumpulkan sebanyak mungkin informasi tentang cara mengubah perilaku. Persiapkan daftar pernyataan yang memotivasi dan tulis tujuan tersebut. Temukan sumber pendukung dari luar seperti kelompok pendukung, konselor, atau teman yang dapat memberikan saran dan dorongan.

4. Tahap Keempat: Action (Aksi)


Tahap keempat disebut action (aksi). Pada tahap ini seseorang mulai melakukan tindakan nyata dalam membentuk perilaku mereka. Beberapa hal dapat dilakukan untuk mendukung langkah yang akan kita tempuh.


Setiap orang akan merancang aksi atau tindakan efektif menurut mereka masing-masing. Ada cara-cara khas yang akan dipilih dan dilakukan hingga merasa ini akan berhasil.


Luangkan waktu untuk secara berkala meninjau kembali motivasi, sumber daya, dan kemajuan untuk menyegarkan kembali komitmen dan kepercayaan pada kemampuan kita dalam mengubah.


5. Tahap Kelima: Maintenance (Menjaga)


Tahap kelima disebut maintenance (pemeliharaan atau menjaga). Selama tahap ini, orang menjadi lebih yakin bahwa mereka akan dapat melanjutkan perubahan mereka.


Jika kita berusaha mempertahankan perilaku baru, cari cara untuk menghindari godaan. Cobalah mengganti kebiasaan lama dengan tindakan yang lebih positif. Berikan reward pada diri sendiri saat berhasil menghindari pemicu. Jika gagal, jangan terlalu keras pada diri sendiri atau menyerah.


6. Tahap Keenam: Relapse 


Tahap keenam adalah relapse (muncul kembali). Sudah menjadi hal mendasar jika perilaku yang hendak kita ubah kerap muncul kembali. Pada saat itu kita mungkin kecewa atau frustasi. Namun itu tidak masalah.


Penting untuk menjaga semangat dan percaya diri, cukup memahami bila hal tersebut wajar terjadi. Yang perlu dilakukan adalah melakukan refleksi dengan bertanya pada diri sendiri terkait apa yang menjadi penyebab dan cara menghindarinya.


Kita bisa mulai dari tahap persiapan, tindakan, hingga menjaga perilaku tersebut. Setidaknya, semangat untuk mengubah itu tak padam. Sehingga kita bisa terus berusaha hingga perilaku yang kita harapkan dapat terbentuk.


Demikianlah 6 tahapan dalam mengubah suatu perilaku yang berdasarkan pada konsep Transtheoretical Model. Kiranya dapat bermanfaat dan diterapkan di suatu saat nanti. 


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel