5 Aspek Ketakutan Akan Kegagalan yang Kerap Kita Alami



Setiap orang pernah merasakan kegagalanKerap terjadi, hal tersebut berulang dan membuatnya menyimpan ketakutan yang terus-menerus muncul tanpa disadari. Masalah ini kemudian membuat kita menyimpan rasa takut atau cemas berlebih. Dalam dunia psikologi, beberapa penelitian telah dilakukan untuk melihat dan mempelajari masalah ini. Hal penting yang patut dipahami adalah kegagalan adalah sebuah hal yang wajar terjadi. Tak jarang, efek ketakutan akan kegagalan membuat seseorang berprestasi bahkan memperlihatkan performa yang lebih baik. Namun, apa saja yang membuat seseorang merasakan ketakutan akan kegagalan? Kali ini kita akan membahas aspek-aspek ketakutan akan kegagalan.

Tapi di sisi lain, efek ketakutan ini bisa membuat orang kehilangan semangat dan kemauan untuk bertindak, dan dia bisa merasa tak punya potensi sama sekali. Konsep ketakutan akan kegagalan kemudian diteliti lebih lanjut oleh Conroy dan Elliot. 

Pengertian Ketakutan akan Kegagalan

Menurut Conroy, ketakutan akan kegagalan adalah serangkaian usaha antisipasi terhadap konsekuensi negatif terhadap kegagalan, dan tidak adanya harapan untuk sukses. Ketakutan akan kegagalan bisa muncul dari konsekuensi negatif yang mengancam diri karena kegagalan atau ketidakberhasilan. 

Rasa malu muncul secara eksplisit dalam definisi ketakutan akan kegagalan, tetapi ketakutan akan kegagalan bisa terwujud dalam kecemasan ketika individu melakukan performansi. Ketakutan akan kegagalan berhubungan dengan ancaman penilaian negatif terhadap kemampuan dan diri seseorang secara keseluruhan dalam melakukan performansi. Konsekuensi kegagalan diyakini merupakan sumber yang ditakuti atau dicemaskan oleh individu, bukan kegagalan itu sendiri. 

Hal ini kemudian juga didukung oleh Conroy yang menyatakan bahwa ketakutan akan kegagalan adalah dorongan untuk menghindari kegagalan terutama konsekuensi negatif kegagalan berupa rasa malu, menurunnya konsep diri seseorang, dan hilangnya pengaruh sosial. 

Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa ketakutan akan kegagalan adalah suatu reaksi emosional berupa ketakutan dan kecemasan seseorang ketika menghadapi kemungkinan kegagalan dan konsekuensi negatif dari kegagalan dalam mencapai standar prestasi tertentu. 

Aspek Ketakutan akan Kegagalan

Conroy sendiri telah melakukan penelitian yang komprehensif mengenai rasa takut gagal. Rasa takut gagal atau ketakutan akan kegagalan, jika dilihat dari perpektif hubungan antara kognitif dan emosional seseorang akan diasosiasikan dengan penilaian terhadap ancaman tentang kemampuan seseorang untuk menyelesaikan atau mencapai tujuan ketika gagal dalam melakukan performansi. 

Aspek-aspek ketakutan akan kegagalan menurut Conroy  antara lain:

a.Ketakutan akan dialaminya penghinaan dan rasa malu 

Ketakutan akan mempermalukan diri sendiri, terutama jika banyak orang yang mengetahui kegagalannya. Seseorang mencemaskan apa yang orang lain pikirkan tentang dirinya dan penghinaan serta malu yang akan didapatkan. 

b. Ketakutan akan penurunan estimasi diri (self-estimate) 

Ketakutan ini meliputi perasaan yang selalu merasa kurang. Seseorang merasa tidak cukup pintar, tidak cukup berbakat sehingga tidak dapat mengontrol performansinya. 

c. Ketakutan akan hilangnya pengaruh sosial

Ketakutan ini melibatkan penilaian orang lain terhadap dirinya. Seseorang takut apabila ia gagal, orang lain yang penting baginya tidak akan mempedulikan, tidak mau menolong dan nilai dirinya akan menurun di mata orang lain. 

d. Ketakutan akan ketidakpastian masa depan 

Ketakutan ini datang ketika kegagalan akan mengakibatkan ketidakpastian dan berubahnya masa depan seseorang. Kegagalan ini akan merubah rencana yang dipersiapkan untuk masa depan, baik dalam skala kecil atau skala besar

e. Ketakutan akan mengecewakan orang yang penting baginya

Ketakutan akan mengecewakan harapan, dikritik, dan kehilangan kepercayaan dari orang lain yang penting baginya seperti orang tua, yang akan menimbulkan penolakan orang tua terhadap dirinya.

Demikianlah aspek-aspek ketakutan akan kegagalan yang kerap terjadi di sekitar kita.  


Referensi

Conroy, D. E. 2002. Representational Models Associated With Fear of Failure in Adolencents & Young Adults. Journal of Personality 71:5

Conroy, D. E. 2004. The Unique Psychologycal Meaning of Multidimensional Fears of Failing. Journal of Sport & Exercise Psychology. Vol 26, 484-491.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel