9 Fakta Menarik tentang Introvert dan Extrovert - IndoPositive
Latest Update

Monday, September 9, 2019

9 Fakta Menarik tentang Introvert dan Extrovert


Tentu teman-teman sudah kerap mendengar istilah Introvert dan Extrovert, kami pun akan menjelaskan gambaran atau penjelasan rinci terkait hal tersebut. Selain itu, beberapa penelitian terkait topik tersebut kini berkembang. Namun sebelumnya, kami akan memberikan 9 fakta menarik tentang introvert dan extrovert sebagai pembuka dalam kajian teori kepribadian selanjutnya.

Lihat juga: Tes psikologi kepribadian: 4 tipe kerpribadian baru, temukan dirimu! 

Berikut 9 fakta menarik tentang introvert dan extrovert:

1. The Real Me

Introvert lebih cenderung menemukan "real me” mereka (esensi dari siapa mereka sebenarnya) di Internet, sementara ekstrovert menemukan "real me" mereka melalui interaksi sosial yang lebih tradisional. Amichai-Hamburger, Wainapel, & Fox (2002) menekankan pentingnya mengekspresikan diri sebenarnya “real me”,sebagai keterampilan hidup yang penting. Mereka yang tidak bisa mengungkapkan “real me" mereka cenderung menderita gangguan psikologis serius. Diperkirakan bahwa layanan atau media sosial yang disediakan di Internet merupakan jalan bagi kepribadian introvert untuk membentuk kontak sosial.

2. Media Sosial Bagi Extrovert

Pengguna media sosial yang berat (mereka yang menghabiskan lebih dari dua jam setiap hari) hal ini disadari oleh diri sendiri dan orang lain, sebagai orang yang terbuka/outgoing dan ekstrovert (Harbaugh, 2010).

3.  Respon dalam Pelatihan

Introvert dan ekstrovert merespons secara berbeda jenis pelatihan di tempat kerja. O’Connor, Gardiner, & Watson (2016) mengungkapkan hubungan antara tingkat ekstroversi dan jenis pelatihan - khususnya pelatihan keterampilan ideasi (fokus pada ide) vs pelatihan relaksasi (fokus pada membuka pikiran dan menghilangkan hambatan mental). Studi mereka menyarankan pelatihan relaksasi sangat bermanfaat bagi para introvert, sedangkan pelatihan keterampilan ide lebih efektif bagi para ekstrovert.

4. Intensif

Orang ekstrovert lebih cenderung memilih reward yang cepat. Hirsh, Guindon, Morisano, & Peterson (2010) mengemukakan bahwa ekstrovert sangat sensitif terhadap perilaku impulsif, didorong oleh insentif dan lebih cenderung terlibat dalam olahraga ekstrem dan perilaku pengambilan risiko lainnya.

Lihat juga: Big five personality: mengenal 5 dimensi kepribadian

5. Rekreasi

Introvert dan ekstrovert cenderung menyukai aktivitas waktu luang yang berbeda. Diener, Larson, & Emmons (1984) mengemukakan bahwa ekstrovert lebih cenderung untuk berpartisipasi dalam kegiatan rekreasi sosial. Sebaliknya, introvert lebih cenderung untuk berpartisipasi dalam kegiatan rekreasi solo.

6. Gaya Bicara

Ekstrovert dan introvert memiliki gaya verbal yang sangat berbeda. Beukeboom, Tanis, & Vermeulen (2012) menyelidiki hubungan antara ekstroversi dan abstraksi bahasa, mereka menemukan bahwa ekstrovert cenderung berbicara dalam istilah yang lebih abstrak sedangkan introvert lebih cenderung berfokus pada fakta konkret.

Lihat juga: 4 perbedaan mereka yang extrovert dan introvert di facebook

7. Sistem Komunikasi

Ekstrovert lebih cenderung berorientasi pada prestasi dan memiliki gaya belajar yang mempromosikan kegiatan kelompok. Codish & Ravid (2014) meneliti sifat kepribadian dari ekstroversi dan bagaimana individu dengan tingkat ekstroversi dan introversi yang tinggi memandang mekanisme permainan yang berbeda dalam pengaturan gamifikasi (aplikasi elemen permainan, seperti sistem poin atau papan peringkat, dalam kegiatan lainnya). Temuan mereka menunjukkan bahwa ekstrovert lebih suka berbicara dengan suara keras, dan belajar melalui interaksi. Sebaliknya, para introvert lebih memilih untuk berefleksi terlebih dahulu dan bertindak kemudian, bekerja secara pribadi dan mempresentasikan pekerjaan mereka dengan cara yang memungkinkan mereka menjaga privasi mereka, lebih memilih komunikasi yang terputus-putus daripada aliran yang konstan.

8. Gaya Belajar

Seorang introvert menggunakan strategi metakognitif dan kognitif yang lebih luas daripada seorang  ekstrovert. Naci-Kayaoglu (2013) meneliti hubungan antara ekstroversi dan strategi pembelajaran bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa introvert secara sadar menggunakan perilaku spesifik yang berorientasi pada tujuan untuk memudahkan perolehan, pengambilan, penyimpanan, dan penggunaan informasi untuk pemahaman dan produksi, sedangkan ekstrovert menggunakan strategi komunikasi antarpribadi.

Lihat juga: 10 kondisi gangguan kepribadian dalam DSM V

9. Dorongan Bekerja

Ekstrovert menunjukkan kinerja yang unggul dalam tugas belajar ketika dihargai atau menerima imbalan. Pickering, Corr, Powell, Kumari, Thornton, & Grey (1995) mengemukakan bahwa responsivitas dopamin mendorong sensitivitas terhadap penghargaan pada ekstrovert, sementara introvert menunjukkan sensitivitas yang lebih besar terhadap hukuman.


EmoticonEmoticon