Teori Pertukaran Sosial (Social Exchange Theory) dalam Psikologi

By IndoPositive - 8:00:00 AM


Teori pertukaran sosial menjelaskan bahwa perilaku sosial merupakan hasil dari proses pertukaran. Tujuan dari pertukaran ini adalah untuk memaksimalkan manfaat dan meminimalkan biaya. 

Menurut teori yang dikenalkan oleh John W.Thibaut (1917-1986) dan Harold H.Kelley (1921-2003), bahwa orang-orang menimbang potensi manfaat dan risiko dari sebuah hubungan sosial. Ketika risikonya lebih besar daripada ganjarannya, orang akan memilih untuk meninggalkan hubungan itu. Di dalam teori ini terdapat istilah Comparison Levels yaitu, ukuran bagi keseimbangan pertukaran antara untung dan rugi dalam hubungan dengan orang lain. Teori ini sama halnya dengan transaksi dalam berdagang, di mana ada untung dan rugi.

Lihat juga: 


Asumsi dasar teori ini adalah setiap orang secara sukarela memasuki dan menetap dalam sebuah hubungan sosial selama hubungan tersebut cukup memuaskan bila ditinjau dari segi ganjaran dan biaya. Terdapat empat konsep dasar dari teori pertukaran sosial dalam psikologi, yaitu:

a.  Ganjaran
Dari sebuah hubungan sosial, akan ada hasil positif yang diperoleh seseorang dalam sebuah hubungan. Ganjaran yang dimaksud dalam hal ini beragam, bisa berupa uang, penerimaan sosial, atau dukungan terhadap nilai-nilai yang dipegangnya. Nilai suatu ganjaran berbeda-beda antara seseorang dengan orang lain, dan berlainan antara waktu yang satu dengan waktu yang lainnya.

b.  Biaya
Biaya merupakan akibat yang dinilai negatif dalam suatu hubungan. Biaya dalam hal ini dapat berupa waktu, usaha, konflik, kecemasan, dan keruntuhan harga diri serta kondisi-kondisi yang  dapat menghabiskan sumber kekayaan atau dapat menimbulkan efek-efek yang tidak menyenangkan. Seperti ganjaran, biaya pun berubah-ubah sesuai dengan waktu dan orang yang terlibat di dalamnya.

c.  Hasil atau Laba
Hasil atau laba adalah ganjaran dikurangi biaya. Jika seseorang dalam suatu hubungan tidak mendapatkan keuntungan maka ia akan mencari hubungan lain yang mendatangkan laba.

d.  Tingkat Perbandingan
Tingkat perbandingan ini menunjukan ukuran baku yang dipakai sebagai kriteria dalam menilai hubungan seseorang pada waktu sekarang. Ukuran baku ini dapat berupa pengalaman seseorang pada masa lalu atau alternatif hubungan lain yang terbuka baginya.

Teori pertukaran sosial tidak lahir dari satu teori tetapi terdiri dari berbagai referensi di mana terdapat banyak teori yang menjelaskan, baik dalam argumen atau saling mendukung. Semua teori ini dibangun di atas beberapa asumsi tentang sifat manusia dan sifat hubungan. Thibaut dan Kelley mendasarkan teori mereka pada dua konsep: satu yang berfokus pada sifat individu dan satu yang menggambarkan hubungan antara dua orang. Asumsi yang terkait sifat manusia mencakup hal-hal berikut: 

Manusia mencari imbalan dan menghindari hukuman
Manusia adalah makhluk rasional.
Standar yang digunakan manusia untuk mengevaluasi biaya dan imbalan bervariasi dari waktu ke waktu dan orang ke orang. 

Asumsi yang terkait hubungan mencakup hal-hal berikut: 

Hubungan saling tergantung.
Kehidupan relasi adalah suatu proses.



The prisoner's dilemma merupakan contoh yang banyak digunakan dalam game theory yang mencoba mengilustrasikan mengapa atau bagaimana dua individu mungkin tidak bekerja sama satu sama lain, bahkan jika itu adalah akan memberi hasil terbaik saat mereka melakukannya. Ini menunjukkan bahwa meskipun kerja sama akan memberikan hasil terbaik, orang-orang mungkin akan bertindak egois.  Semua hubungan melibatkan pertukaran meskipun keseimbangan pertukaran ini tidak selalu sama. 

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar