Saat Media Sosial Seburuk Kecanduan Narkoba dan Judi - IndoPositive
Latest Update

Tuesday, August 27, 2019

Saat Media Sosial Seburuk Kecanduan Narkoba dan Judi


Media sosial telah menjadi bagian penting dalam kehidupan kita saat ini. Dengan itu juga, kita dengan sangat mudah dapat terhubung dengan orang lain di sekitar kita. Secara tidak langsung, media sosial menjelma sebagai sesuatu yang memiliki manfaat beragam. Kini, orang-orang dapat memanfaatkan untuk bisnis, atau bahkan para politisi dapat menggunakannya untuk kampanye dan membangun self-branding. 

Lihat juga: 4 dampak smartphone pada otak kita

Kita juga mengenal istilah "influencer" yang menggunakan media sosial sebagai ruang untuk berkreasi atau mempromosikan jasa atau barang. Tapi kita patut memahami bahwa media sosial juga memiliki sisi gelap yang kiranya diwaspadai. Selain berbagai posting negatif di media sosial, cyberbullying, dan FOMO (takut ketinggalan), penelitian terbaru menunjukkan bahwa penggunaan media sosial yang berlebihan tidak hanya mengarah pada pengambilan keputusan yang buruk, tetapi orang-orang yang menggunakan media sosial sering tak henti-hentinya memiliki sikap, pikiran, dan perilaku yang serupa dengan orang-orang yang kecanduan narkoba.

Media Sosial dan Ketergantungan

Meshi Dar bersama rekannya yang berasal dari Michigan State University telah menemukan bahwa orang-orang yang menggunakan media sosial kerap kali bergelut dengan masalah pengambilan keputusan. Penelitian ini dipublikasikan melalui Journal of Behavior Addictions yang berjudul, Excessive social media users demonstrate impaired decision making in the Iowa Gambling Task.

Pada saat proses penelitian tersebut, para peserta diminta untuk menjawab beberapa pertanyaan tertentu. Sejumlah pertanyaan yang dirancang untuk melihat ketergantungan peserta terhadap penggunaan media sosial, serta perasaan ketika tidak dapat menggunakannya, dan bagaimana perasaan mereka jika tidak akan menggunakan media sosial lagi. 

Setelah sesi itu, para peserta menyelesaikan permainan psikologis umum yang dikenal dengan istilah Iowa Gambling Task, yang membantu mengukur keterampilan pengambilan keputusan berbasis nilai. Selama proses berlangsung, para peserta diminta mengumpulkan uang sebanyak mungkin. Para peneliti menemukan bahwa para peserta yang menghabiskan lebih banyak waktu di media sosial cenderung memiliki lebih sedikit uang di akhir permainan. Sementara itu, mereka yang menghabiskan lebih sedikit waktu di media sosial menyelesaikan permainan dengan lebih banyak uang.

Karena jenis ketidakmampuan dalam keterampilan membuat keputusan ini sering  terjadi dengan orang yang mengalami kecanduan narkoba serta kecanduan berjudi, para peneliti menyamakan hasil penggunaan media sosial yang berlebihan dengan aspek kecanduan.

Dalam studi lain, para peneliti mengeksplorasi berapa "biaya" bagi peserta tertentu untuk menonaktifkan profil Facebook mereka hingga satu tahun. Akibatnya, lelang eksperimental mengungkapkan bahwa itu akan berkisar dari $ 1.000 hingga lebih dari $ 2.000 bagi peserta untuk menonaktifkan profil Facebook mereka untuk jangka waktu yang lama.

Namun, beberapa pengguna menolak untuk melakukan penawaran sama sekali, menurut peneliti, hal ini mengisyaratkan ketergantungan mereka pada Facebook dan keengganan mereka untuk mempertimbangkan untuk menonaktifkan akun mereka. Hasil ini menunjukkan betapa tergantung, atau kecanduan, media sosial beberapa orang bahwa mereka bahkan tidak akan mempertimbangkan menonaktifkan akun mereka selama setahun, meskipun itu dibayar.

Masalah Lain Dengan Penggunaan Media Sosial yang Berlebihan

Bagi sebagian orang, pikiran saat tidak dapat memeriksa akun media sosial mereka menyebabkan mereka berkeringat dingin. Mereka menjadi gugup dan cemas dan tidak yakin bagaimana menangani situasi tersebut. Ketika ini terjadi, terapis sering menyebutnya sebagai gangguan kecemasan media sosial, yang mungkin memiliki kesamaan dengan gangguan kecemasan sosial.

Hubungan ini tidak mengherankan mengingat bahwa gangguan kecemasan adalah gangguan kesehatan mental yang paling umum di Amerika Serikat; dan teknologi tampaknya memperburuk keadaan. Bahkan, tampak bahwa semakin banyak orang memperoleh teknologi, semakin mereka menjadi stres.

Lihat juga: Internet yang mengubah cara makan kita

Misalnya, para peneliti memperkirakan bahwa 20 persen orang dengan akun media sosial tidak dapat pergi lebih dari tiga jam tanpa memeriksanya; dan bagi orang-orang dengan gangguan kecemasan media sosial, menjauh dari akun media sosial mereka hanya beberapa menit dapat menyebabkan kecemasan yang parah.



EmoticonEmoticon