Mengapa Statistik Dibutuhkan dalam Psikologi - IndoPositive
Latest Update

Tuesday, August 27, 2019

Mengapa Statistik Dibutuhkan dalam Psikologi


Kuliah jurusan psikologi harus belajar statistik. Mungkin banyak yang terkejut atau bahkan tidak menyangka bahwa dalam kuliah psikologi dibutuhkan kelas mata kuliah khusus untuk salah satu cabang ilmu matematika ini. Kenyataannya, bukan hanya satu atau dua mata kuliah statistik yang mempertumukan kamu dengan perhitungan statistika, bahkan dalam beberapa mata kuliah lain, kamu tetap akan bertemu dengan statistik, misalnya mata kuliah metode penelitian atau psikologi eksperimen. Maka dari itu, bukan hanya kemampuan menyelesaikan kelas mata kuliah statistik saja yang kamu butuhkan, tapi bagaimana memahami statistik dengan baik hingga dapat diterapkan dalam ilmu psikologi lain.

Lihat juga: Ungkapan bijak dari seorang Jean Piaget

Pentingnya Memahami Statistik dalam Psikologi

Cobalah mengingat secara umum, bahwa statistik adalah sesuatu yang akan membantu dalam mengorganisir dan menginterpretasi informasi dalam bentuk data. Sederhananya, coba membayangkan  sejumlah informasi dari kehidupan kamu sehari-hari. Ada berapa banyak teman sekelasmu yang aktif menggunakan media sosial? Ada berapa mahasiswa baru yang menggunakan transportasi umum ke kampus? Berapa jam sehari yang kamu habiskan untuk membaca buku? Melalui statistik, semua informasi tersebut menjadi mungkin untuk diorganisir dan diinterpretasikan secara bermakna.

Variabel-variabel dalam psikologi meliputi beragam hal, seperti bagaimaimana mungkin mengukur kualitas hubungan? seberapa besar motivasi belajar seseorang? Apa yang paling mempengaruhi sehingga seseorang menolong teman di sekolah dan apa makna dari perilaku tersebut? Bahkan mengganti satu variabel bisa jadi akan mempengaruhi variabel lainnya. Statistik, juga memungkinan kita menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Lihat juga: Who am I? Inilah konsep diri kita sebenarnya

Statistik dalam psikologi berguna untuk:

  1. Mengorganisir Data: Kelihatannya akan cukup merepotkan jika kita memiliki informasi yang sangat banyak, dan tidak bisa mengaturnya. Statistik akan membantu untuk menampilkan data dengan cara yang lebih mudah dan komprehensif. Statistik dapat menampilkan data secara visual melalui grafik, diagram lingkaran (pie chart), diagram tebar (scatterplots) dan distribusi frekuensi. 
  2. Menjelaskan Data: Badan Pusat Statistik (BPS) menjadi contoh yang jelas untuk hal ini. Bayangkan para peneliti yang mengumpulkan informasi dalam jumlah yang cukup besar di sekelompok orang. Statsitik secara akurat akan menjelaskan informasi tersebut dan menjadi lebih mudah dipahami. Statistik deskriptif merupakan cara untuk merangkum informasi yang telah ada dalam populasi, misalnya berapa jumlah laki-laki dan perempuan, berapa banyak jumlah kepala keluarga, atau berapa banyak anak yang putus sekolah.
  3. Membuat Kesimpulan Berdasarkan Data: Peneliti dapat menyimpulkan sesuatu dalam suatu sampel atau poluasi melalui statistik inferensial. Peneliti menggunakan data yang telah dikumpulkan dan melakukan uji hipotesis atau memprediksi apa yang mungkin saja dapat terjadi. Menggunakan statistik jenis ini, peneliti bahkan dapat menentukan kecenderungan suatu hipotesis dapat diterima atau ditolak.


Statistik dalam Kehidupan Sehari-hari

Jelas sudah, bahwa memiliki pemahaman yang kuat terhadap statistik dapat membantu kamu lebih unggul dalam mata kuliah lain. Entah itu mata kuliah psikologi sosial, psikologi gender atau psikologi kognitif, kamu akan menghabiskan cukup banyak waktu mempelajari penelitian. Pengatahuan statsitik akan menjadi pondasi dasar sehingga kamu memiliki pemahaman yang lebih baik atas berbagai penelitian yang kamu temui dalam mata kuliah psikologi lainnya.

Sekarang mari meninggalkan ruangan kelas. Lalu mari lihat majalah atau artikel-artikel yang dibagikan dalam media sosial mengenai penemuan hasil riset terbaru, buku-buku self-help yang menawarkan pendekatan berbeda dalam menyelesaikan masalah, hingga berita yang beringkali melebih-lebihkan atau keliru dalam menginterpretasi penelitian psikologi. Memahami proses penelitian, termasuk menggunakan analisis statistik yang digunakan, akan memudahkan kamu menjadi konsumer informasi psikologi yang lebih bijak dan membuat penilaian yang lebih baik atas informasi yang kamu temukan.

Penilaian semacam itu memungkinkanmu dalam menentukan infomasi mana saja yang penting dan perlu diperhatikan dan informasi yang tidak layak diperdulikan.  Memahami statistik bahkan dapat membantu dalam membuat keputusan yang lebih baik dan bisa jadi mempengaruhi kesehatan dan kesejahteraan hidupmu.

Bantuan dalam Mempelajari Statistik

Tentu saja, mengetahui alasan pentingnya statistik mungkin tidak akan cukup membantu, jika sejak awal kamu telah merasakan ketakutan menemui mata kuliah statistik ini. Kabar baiknya adalah, bahkan jika kamu mempertimbangkan dirimu sebagai orang yang “tidak jago matematika” , kamu masih akan berhasil dalam kelas statistik.  Tentu saja, kamu akan mengerahkan usaha ekstra, tapi ada beberapa alat dan sumber-sumber informasi diluar sana yang akan menolongmu.

Mulailah dengan berdiskusi mengenai apa yang menjadi perhatian atau minatmu dengan dosen-dosen. Mereka akan merekomendasikan buku, aplikasi khusus atau mungkin laman online yang dapat kamu akses. Pertimbangkan untuk bergabung atau membuat kelompok belajar dengan teman-temanmu. Dan yang paling penting, jangan sampai melewatkan bantuan-bantuan yang disediakan di lingkungan universitas, misalnya laboratorium, asisten pengajar dan pendamping, teruslah mencari sumber-sumber informasi yang bermanfaat.  

Kebutuhan Belajar Matematika dalam Jurusan Psikologi

Secara sekilas, banyak mahasiswa psikologi yang awalnya mengira bahwa jurusan ini hanya akan sedikit bersinggungan dengan matematika. Pada akhirnya, psikologi adalah ilmu mengenai pikiran dan perilaku, lantas seberapa besar peran matematika dalam jurusan psikologi?

Sebenarnya, tidak cukup banyak.

Kelas matematika, dan statistik, pada dasarnya, menjadi bagian yang penting dalam program psikologi manapun. Ilmuan psikologi butuh agar dapat memanfaatkan metode statistik dalam melaksanakan penelitian, menganalisis data, menginterpretasi hasil dan melaporkan hasil temuan mereka.

Lihat juga: Saat media sosial seburuk kecanduan narkoba dan judi

Sebagai mahasiswa psikologi, kamu membutuhkan kelas ini untuk memenuhi standar jumlah SKS (Satuan Kredit Semester) pada  jenjang pendidikan yang tengah kamu tempuh. Lalu, biasanya berapa banyak kelas untuk pelajaran ini? Setidaknya, dalam banyak peninjauan, kamu cukup mengambil setidaknya dua kelas untuk mata kuliah statistik (wajib) dan berbeda lagi jika ada kuliah pilihan yang dikhususkan untuk ini. Cobalah mengecek kebutuhan SKS di jurusanmu untuk mengetahui informasi lebih lanjut.


EmoticonEmoticon