10 Kondisi Gangguan Kepribadian dalam DSM V

By IndoPositive - 7:00:00 AM



Gangguan kepribadian meliputi 10 kondisi kejiwaan yang dapat didiagnosis serta dijelaskan dalam versi kelima dan terbaru dari Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-V).

Gangguan kepribadian cenderung muncul pada masa remaja atau dewasa awal, berlanjut selama bertahun-tahun, dan menyebabkan banyak tekanan. Selama masa itu, mereka dapat menyebabkan konflik besar dengan orang lain, menyebabkan hubungan gagal atau mencegah mereka berkembang, mengganggu kemampuan seseorang untuk berfungsi secara tepat dalam situasi sosial dan menghalangi pencapaian tujuan hidup.


Perlu diketahui bahwa ada banyak komorbiditas di antara gangguan kepribadian, yang berarti bahwa seseorang yang memenuhi kriteria untuk satu gangguan kepribadian akan sering juga memenuhi kriteria untuk satu atau lebih gangguan kepribadian tambahan. Satu studi baru-baru ini yang didanai oleh National Institute of Mental Health menemukan bahwa sekitar 85 persen orang dengan borderline personality disorder juga memenuhi kriteria diagnostik untuk setidaknya satu gangguan kepribadian atau mood. 

DSM-V membagi sepuluh gangguan kepribadian ke dalam tiga kelompok, atau cluster, berdasarkan masalah utama yang dialami.

Cluster A

Gangguan kepribadian ini ditandai oleh perilaku aneh atau eksentrik. Orang dengan gangguan kepribadian Cluster A cenderung mengalami gangguan yang berat dalam hubungan karena perilaku mereka mungkin dianggap aneh, mencurigakan, atau sangat berbeda dibanding yang lain.

Gangguan kepribadian Cluster A meliputi:

Schizotypal Personality Disorder menampilkan ucapan, perilaku, dan penampilan yang aneh, serta keyakinan aneh dan mengalami kesulitan dalam menjalin hubungan.

Paranoid Personality Disorder memengaruhi antara 1 persen dan 2 persen orang dewasa di Amerika Serikat. Gejala-gejalanya mencakup ketidakpercayaan berlebih yang menyeluruh pada orang lain; kecurigaan akan ditipu atau dieksploitasi oleh orang lain, termasuk teman, keluarga, dan mitra; luapan kemarahan dalam menanggapi penipuan; dan perilaku dingin, tertutup, atau cemburu.

Schizoid Personality Disorder ditandai dengan isolasi sosial dan ketidakpedulian terhadap orang lain. Ini dialami oleh lebih banyak pria daripada wanita. Orang dengan kelainan seperti ini sering digambarkan sebagai orang yang menarik diri, jarang memiliki hubungan dekat dengan orang lain dan mungkin disibukkan dengan introspeksi dan fantasi.

Cluster B

Gangguan kepribadian "Cluster B" ditandai oleh perilaku dramatis atau tidak menentu. Orang-orang yang memiliki gangguan kepribadian dari kelompok ini cenderung mengalami emosi yang sangat ekstrem atau terlibat dalam perilaku yang sangat impulsif, tidak sopan, atau melanggar aturan yang ada.

Gangguan kepribadian Cluster B meliputi:

Borderline Personality Disorder ditandai oleh ketidakstabilan emosional, hubungan interpersonal yang kuat, dan perilaku impulsif.

Histrionic Personality Disorder memiliki kebutuhan untuk selalu menjadi pusat perhatian yang sering mengarah pada perilaku sosial yang tidak pantas untuk mendapatkan perhatian. Orang dengan gangguan ini mungkin sering mengalami perubahan suasana hati.

Antisocial Personality Disorder cenderung muncul di masa kanak-kanak, tidak seperti kebanyakan gangguan kepribadian lain. Gejalanya termasuk mengabaikan aturan dan norma sosial dan kurangnya empati terhadap orang lain.

Narcissistic Personality Disorder dikaitkan dengan egoisme, citra diri yang berlebihan, dan kurangnya empati terhadap orang lain.


Cluster C

Gangguan kepribadian "Cluster C" ditandai oleh kecemasan. Individu dengan gangguan kepribadian dalam kelompok ini cenderung mengalami kecemasan yang berlebih atau mengalami ketakutan.

Gangguan kepribadian Cluster C meliputi:

Dependent Personality Disorder melibatkan rasa takut sendirian dan kerap bermasalah dengan orang-orang yang peduli dengannya.

Obsessive-Compulsive Personality Disorder ditandai oleh kesenangan atau menikmati  ketertiban, kesempurnaan, dan kontrol hubungan. Ini tidak sama dengan gangguan obsesif-kompulsif (OCD).

Avoidant Personality Disorder dapat muncul selama masa kanak-kanak. Ini ditandai dengan mengabaikan aturan dan kurangnya empati dan penyesalan.


10 kondisi gangguan kejiwaan dalam DSM V ini dapat diatasi dengan beberapa terapi. Peran psikolog atau terapis akan sangat berpengaruh dalam menyembuhkan gangguan yang ada. 

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar