Buku “The Power of Habit”: 3 Konsep Utama dan Pola Mengubah Kebiasaan

By IndoPositive - 5:00:00 PM




Apa yang anda lakukan pertama kali saat terbangun di pagi hari? Jawaban dari pertanyaan itu akan berbeda-beda, tergantung dengan kebiasaan. Kebiasaan itu sendiri lahir dari sejumlah hal yang kita lakukan setiap hari. Dibentuk kemudian membentuk adalah dua hal yang berbeda. 

Charles Duhigg, salah seorang reporter investigasi dari New York Times telah mengumpulkan sejumlah kejadian serta penelitian yang berkaitan dengan kebiasaan. Ia kemudian menjadikannya sebuah buku yang diberi judul; The Power of Habit. 

Dalam bukuThe Power of Habit, dia menjelaskan tiga konsep utama yang dapat kita gunakan dalam mengubah atau mempelajari kebiasaan kita. Setiap konsep punya bagian-bagian kecil yang sebelumnya telah dilengkapi dengan cerita dari sejumlah individu dan kelompok yang merasakan pengaruh dari sebuah kebiasaan.

Pada konsep pertama, mengenali kebiasaan. Dalam bukunya, Charles Duhigg mulai dengan membahas fokus pada kebiasaan perorangan. Pertanyaan tentang; bagaimana kebiasaan bekerja? Bagaimana menciptakan kebiasaan baru? Dan mengapa perubahan terjadi? Pelan-pelan akan terjawab di bab pertama tersebut. Dalam merubah kebiasaan, penting bagi kita untuk mempelajari masa lalu dari perilaku yang ingin kita ubah dan alasan untuk mendapatkan kebiasaan baru. Beberapa orang yang berhasil menjawab atau mengetahui sejumlah pertanyaan awal itu, menjadikan jawabannya sebagai modal awal untuk mengubah kebiasaannya. 

Pada konsep kedua, mengenali lingkungan organisasi. Setelah membahas kecenderungan kebiasaan pribadi, penulis fokus pada kebiasaan organisasi yang sukses membangun kejayaan. Ada Travis yang kisahnya ditulis sebagai bukti dari hal yang ingin dijelaskan. Travis merupakan anak yang berasal dari keluarga Broken Home, ia mencoba masuk dalam sejumlah tempat untuk bekerja namun ia gagal mengendalikan emosi dengan baik. Hingga pada akhirnya, ia harus mengalami pemecatan yang berkali-kali. Namun, ketika ia masuk dalam ruang kerja atau atmosfer dari Starbucks, ia menemukan sesuatu yang berbeda. Ada pola organisasi atau perusahaan yang dengan cepat memberikan perubahan kepada Travis. Ia belajar tentang kekuatan tekad, dan tak lama setelah ia belajar dan menikmati proses tersebut, ia berhasil menjadi manajer dua cabang Starbucks. Pola kerja begitu penting untuk mengetahui langkah taktis dalam menciptakan kebiasaan baru. Keberhasilan orang-orang dalam belajar dari organisasi disebabkan atas aturan organisasi yang disusun dengan efektif. 

Pada konsep terakhir, kenali komunitas. Penulis bercerita tentang kebiasan komunitas. Bagaimana lingkungan sekitar memengaruhi perilaku yang kita lakukan. Kita tanpa sadar sama sekali dipengaruhi oleh lingkungan yang ada di sekitar kita, namun di satu sisi kita punya kesempatan untuk mengubah hal tersebut.

Di bagian awal buku ini, ada sebuah kunci yang terkait dengan kebiasaan. Para peneliti di MIT menemukan lingkaran neurologis sederhana pada inti dari kebiasaan. Lingkaran itu terdiri dari tiga titik yang akan saling menguatkan satu sama lain. Ini menjadi pola atas terciptanya sebuah kebiasaan. 

Pola itu; Tanda = Rutinitas = Ganjaran. 

Mencoba memahami teori itu cukuplah mudah, anda cukup membaca bab pertama kemudian meninggalkannya demi mencoba mengaplikasikannya. Hanya saja, seperti kebiasan kita pada umumnya, kita senang berhenti saat gagal sehingga saran terbaik saya adalah, silakan baca hingga selesai sebab dalam beberapa bagian berikutnya, ada pengalaman sejumlah orang yang terus menerus mengalami kegagalan hingga ia berhasil menemukan pola yang tepat untuk kebiasaannya.

Pada bagian terakhir buku ini, penulis menyediakan petunjuk penggunaan atau serupa dengan langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk memahami serta menggunakan isi buku ini dengan baik dan maksimal. 

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar