Mempelajari Berbagai Temuan di Psikologi Olahraga

By Andi Ardiansyah - 4:00:00 PM



Teman-teman pasti setuju jika menonton pertandingan olahraga itu seru dan menegangkan, apalagi jika yang bertanding itu adalah tim favorit kalian. Ketika kondisi psikologis atlit dalam pertandingan sudah goyah, mereka akan sering melakukan kesalahan sendiri yang berujung pada kekalahan dan pada akhirnya penonton bakalan berkomentar tentang masalah mental.

Ya, mental sering kali menjadi alasan dan dikambing hitamkan, selain skill tentunya. Kata-kata seperti “kalah mental” pasti tidak asing bagi kalian, atau mental juara bagi pemenang. Sebenarnya mental dalam olahraga itu seperti apa sih?

Jika merujuk pada istilah psikologi yang dikaitkan dengan olahraga, sederhananya mental dapat diartikan sebagai kemampuan mengelola diri sendiri yang mencakup fokus, motivasi, pikiran, ketenangan, kecemasan, percaya diri, semangat dan lain sebagainya. Salah satu cabang psikologi yang menangani ini adalah sport psychology.

Dalam olahraga, sport psychologist merupakan bagian dari sport science yang terdiri dari dokter olahraga, fisioterapis, biomekanik, fisiologis, nutrisionis, dan coach. Mereka memiliki tanggung jawab masing masing dan saling bekerjasama untuk mengoptimalkan pencapaian seorang atlit. Lalu bagaimana sport psychologist bekerja? Para praktisi psikolog olahraga dalam praktiknya ternyata menggunakan beberapa pendekatan psikologi positif. Apa sajakah itu?

Mindfulness
Mindfulness dan gratitude merupakan salah satu kajian psikologi positif yang sangat populer belakangan ini. Ternyata, mindfulnes juga dapat diterapkan di olahraga. Penelitian yang dilakukan oleh Rooks dan koleganya pada tahun 2017 yang dimuat dalam journal of cognitive enchachment melibatkan 100 partisipan pemain sepakbola di universitas yang diberikan intervensi mindfulnes and relaxational training. Peneliti menemukan bahwa keterlibatan besar dalam Mindfulness Training berhubungan dengan kemampuan melindungi sustained attention (kemampuan fokus untuk waktu yang cukup lama) selama periode pelatihan intensif. Keterlibatan yang lebih besar dalam Mindfulness Training dan Relaxation Training juga mampu melindungi penurunan kesejahteraan (well-being).

Temuan serupa juga dikemukakan oleh peneliti asal Jepang, yaitu Amemiya dan Sakairi di tahun 2019, menemukan bahwa mindfulness secara positif dan terkait langsung dengan self-evaluation (kemampuan mengevaluasi diri sendiri) terhadap performansi mereka. Untuk gratitude sendiri, penelitian yang dilakukan oleh Gabana dan koleganya di tahun 2017, mengemukakan bahwa intervensi gratitude mampu meningkatkan kesejahteraan (well-being) yang signifikan (state gratitude, sport satisfaction, social support) dan penurunan yang signifikan ill-being (psychological distress, athlete burnout) diamati setelah intervensi.

Self Talk
Tulisan Megan E. Brenta dan Adrienne Leslie-Toogood yang dimuat dalam buku The encyclopedia of positive psychology,  mengemukakan bahwa literatur dalam psikologi olahraga menunjukkan bahwa positive self-talk bekaitan dengan keberhasilan seorang atlit, sementara negative self-talk seperti kata-kata Saya tidak cukup baik ” berkontribusi terhadap kecemasan yang dapat menghambat performansi. Salah satu strategi populer yang dikembangkan oleh Beck dikenal sebagai cognitive restructuring, suatu teknik yang melibatkan dalam mengidentifikasi pola negatif dalam berpikir dan belajar, yang kemudian diganti dengan hal realistis, pernyataan yang mengokohkan diri, dan berorientasi pada keberhasilan. Misalnya, seorang atlet yang berpikir, Ini tidak mungkin, saya khawatir akan kalah, dapat menggantikan pemikiran itu menjadi, “Ini akan menjadi tantangan, dan saya akan menampilkan yang terbaik dari kemampuan yang saya punya”.

Ternyata psikologi positif juga mampu memberikan kontribusi terhadap dunia olahraga. Prestasi olahraga di Indonesia tergolong belum stabil, kadang baik dan kadang pula mengecewakan. Sebenarnya, Indonesia sudah sadar akan pentingnya penerapan Sport Science, mungkin sisa menunggu waktu saja. Bagi kalian yang tertarik untuk menjadi seorang sport psychologist semoga suatu hari bisa memberikan kontribusi bagi dunia olahraga Indonesia yah!

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar