Martin Seligman, Pendiri Psikologi Positif - IndoPositive | Pusat Informasi Psikologi Positif

Breaking

Tuesday, January 15, 2019

Martin Seligman, Pendiri Psikologi Positif



INDOPOSITIVE.orgKali ini kami akan memberikan profil singkat dari salah seorang tokoh yang memiliki pengaruh besar dalam lahirnya psikologi positif. (Profil, ini pun akan menjadi rubrik baru di Indopositive.org. Sebisa mungkin kami hadirkan sejumlah profil dari berbagai tokoh atau peneliti dalam bidang psikologi positif.) Untuk tokoh pertama, kami mulai dari Martin Seligman, yang juga dikenal sebagai Bapak Psikologi Positif.

“Karakter orang pesimis cenderung percaya bila hal buruk akan berlangsung lama, yang akan menghancurkan semua yang mereka lakukan, dan menjadi kesalahan mereka sendiri. Orang optimis, ketika dihadapkan pada masalah yang berat dalam hidupnya, mereka memikirkan kemalangan itu dengan cara sebaliknya. Mereka cenderung percaya bilamana kemalangan hanyalah kemunduran sementara atau sebuah tantangan, yang penyebabnya hanya terbatas pada kasus itu saja.” Martin Seligman, Learned Optimis, 1991.

Di tahun 1998, Martin Seligman terpilih sebagai Presiden American Psychological Association (APA). Misi utamanya kala menjadi Presiden APA adalah untuk menggabungkan praktik dan sains agar dapat berjalan bersama dan berkembang. Sebuah misi yang terinspirasi dari hidupnya sendiri sebagai seorang psikolog. Sejak tahun 2000, misi utamanya kemudian mempromosikan bidang Psikologi Positif. Hingga akhirnya, wilayah psikologi positif berkembang ke pendidikan, kesehatan, dan ilmu saraf. Target penelitiannya pun telah menyentuh berbagai lapisan. Harapan Seligman adalah membuat dunia lebih bahagia.

Martin Seligman lahir pada tanggal 12 Agustus 1942 di Albany, New York. Setelah lulus SMA, ia melanjutkan kuliahnya di Universitas Princeton, dan meraih gelar B.A  pada tahun 1964 dalam bidang filsafat dengan predikat Summa Cum Laude. Pada tahun 1967, Seligman meraih gelar Ph.D. dalam bidang psikologi dari Universitas Pennsylvania.

Lahirnya psikologi positif tak lepas dari pengaruh pemikiran tokoh humanistik yang dikagumi, seperti, Carl Rogers dan Abraham Maslow. Pada mulanya, Seligman melakukan penelitian tentang pesimis. Akan tetapi, secara tidak langsung penelitian pesimis juga membawanya pada kajian tentang optimis. Saat itulah awal mula psikologi positif terbesit dalam benaknya. Seligman juga sering menceritakan penggalan percakapan bersama anaknya, Nikki.

Percakapan yang diduga memberikan pengaruh dalam keinginannya untuk menghadirkan psikologi positif. Saat Seligman tengan membersihkan kebunnya, anaknya Nikki malah datang mengacaukan dan menghamburkan daun-daun yang dikumpulkan. Seligman berteriak, menggerutu dan marah. Nikki kemudian protes dan mengatakan, “Sejak saya berjanji pada diri saya untuk tidak lagi merengek pada ayah di ulang tahun kelima saya, saya berhasil melakukannya. Jika saya berhasil berhenti merengek, mengapa ayah tak bisa berhenti marah dan menggerutu?” Di berbagai acara hingga pidato, percakapan itu membuatnya untuk memikirkan cara agar manusia mampu meningkatkan diri menjadi sesuatu yang lebih baik. Akhirnya, psikologi positif pun lahir dengan harapan melihat manusia dapat lebih meningkatkan kemampuan yang dimilikinya.

Selama beberapa dekade belakangan ini, psikologi positif telah berkembang sangat pesat dan menyentuh berbagai belahan dunia. Seligman juga telah menghasilakn sejumlah buku tentang psikologi positif yang terkenal seperti The Optimistic Child, Child’s Play, Learned Optimism, Authentic Happiness dan Flourish. Buku terbarunya, The Hope Circuit: A Psychologist’s Journey from Helplessness to Optimism, diterbitkan pada tahun 2018.

Sekarang, Martin Seligman tinggal bersama istinya, Mandy dan bersama anak-anaknya. Sejauh ini telah menerbitkan sekitar 250 artikel ilmiah dan lebih dari 20 buku yang juga diterjemahkan dalam berbagai bahasa.


No comments:

Post a Comment

loading...