Belajar Grit dari 'Ralph Breaks The Internet' - IndoPositive
Latest Update

Friday, January 11, 2019

Belajar Grit dari 'Ralph Breaks The Internet'



INDOPOSITIVE.orgSebelumnya kami telah membahas masalah GRIT di postingan sebelumnya. Kali ini, kita bisa melihat GRIT itu muncul di salah satu film yang berjudul Ralph Breaks The Internet. Meskipun sebenarnya, ada beberapa hal yang bisa dipelajari dari film tersebut. Sekual kedua dari film animasi Disney “Wreck It Ralph” ini menampilkan hal yang berbeda dari sebelumnya. Memasuki dunia internet akan membawa kita melihat dunia lain yang serba cepat, penuh warna, serba ada, dan berbagai hal yang menyenangkan. Meskipun tak semua di dunia internet terlihat menyenangkan.

Bila sebelumnya dikisahkan persahabatan Ralph dan Vanellope von Sweetzch di film “Wreck It Ralph” di film kali ini, masih berlanjut namun dengan konflik yang berbeda. Bermula dari rasa bosan yang dialami Vanellope di dunia game miliknya, Sugar Rush. Mendengar keluhan dari sahabatnya itu, Ralph kembali mengunjungi game Sugar Rush dan mencoba membuat lintasan baru. Di saat yang bersamaan, ketika Vanellope ingin mencobanya, seorang anak tengah memainkan game itu. Merasa ada yang ganjil dengan arah yang dia kemudikan, anak itu memaksa kemudi yang dia gunakan hingga akhirnya patah. Penjaga tempat game itu, Pak Litwak kemudian mencabut colokan Sugar Rush dan dunia game Vanellope berakhir.

Seluruh penduduk game Sugar Rush harus keluar dan menjadi terlantar. Satu-satunya cara untuk menyelamatkan hal tersebut adalah dengan membeli suku cadang baru untuk Pak Litwak. Dan itu dijual di eBay dengan harga yang mahal. Tapi, Ralph mencoba mencari cara untuk bisa menyelamatkan dunia sahabatnya itu. Berhubung Pak Litwak baru saja menggunakan internet, Ralph bersama sahabatnya, Vanellope berniat untuk memasuki dunia baru itu. Mereka berdua pun memasuki Wi-fi yang dipasang Pak Litwak. Hingga mereka akhirnya berhasil melewati router dan sampai di internet.

Mereka berhasil menemukan suku cadang kemudi tersebut di eBay, namun sialnya, mereka harus membayar dengan harga yang begitu tinggi. Mereka tentu saja tak punya uang untuk membayarnya. Namun iklan yang berdatangan di internet, membuat mereka berusaha untuk mencari cara. Nah, di bagian inilah kita bisa melihat bagaimana Grit dalam diri seorang Ralph. Tekad yang besar untuk menyelamatkan sahabatnya, membuat dirinya terus berusaha untuk mengumpulkan uang. Meskipun pada awalnya sempat ragu, namun selang berlangsungnya usaha itu, dia semakin yakin dan terus berusaha.

Angela Duckworth, sebagai peneliti Grit, menjelaskan bahwa Grit terbagi dalam dua komponen besar. Pertama, kemampuan untuk tetap berjalan atau konsisten pada target yang ditentukan. Kedua, kemampuan untuk mengatasi masalah atau tantangan dalam mencapai target tersebut. Pada karakter Ralph, dua hal tersebut tampak dengan jelas.

Mulai dari memasuki dunia game online dan adu balap mobil liar di Slaughter Race hingga akhirnya membuat video yang diupload. Sebuah video yang diupload di BuzzTube oleh salah seorang karakter game online membuatnya cukup terkenal, tapi tidak cukup untuk mendapat uang untuk membeli barangnya di eBay. Akhirnya masalah itu kembali di atasi dengan usahanya untuk membuat video lain dan terbukti memberikan hasil yang cukup besar. Tak sampai di situ, meski telah cukup banyak penonton, tapi itu belum bisa menebus bayaran kemudi di eBay. Mereka beriklan dan berusaha mendapatkan uang sesuai target. Dan akhirnya, Ralph berhasil mendapatkannya.

Meskipun, Ralph harus belajar untuk melepas sahabatnya lantaran ingin hidup dan bermain di dunia game online. Ralph menjalani hari-hari yang berbeda tapi dengan semangat yang tetap kuat. Namun di sisi lain, di belajar memaknai persahabatan dalam bentuk yang lebih dewasa. Dan dari Ralph, kita juga melihat bagaimana Grit membuatnya berhasil meraih keinginannya bersama sahabatnya. 


EmoticonEmoticon