Otak Kanan dan Kiri, Benarkah atau Hanya Mitos? - IndoPositive

Breaking

Tuesday, December 4, 2018

Otak Kanan dan Kiri, Benarkah atau Hanya Mitos?



INDOPOSITIVE.orgMungkin kita pernah melihat sebuah gambar atau infografik yang menunjukkan kerja otak kanan dan otak kiri, atau sekedar simbol antara logika dan kreativitas bersama gambar otak yang terbelah dua. Mungkin juga Anda pernah melakukan sebuah tes untuk mencari tahu apakah anda lebih dominan pada “otak kanan atau otak kiri?”

Pembahasan ini rupanya telah begitu mudah kita temukan di dalam masyarakat luas. Namun tahukah Anda bahwa para peneliti sepakat bahwa teori otak kanan dan otak kiri adalah sebuah mitos. Sebab dalam penemuan-penemuan mengenai cara kerja otak, setiap kali sebuah informasi hadir maka kedua bagian otak, kiri dan kanan akan aktif. Nyatanya, kedua bagian otak saling bekerjasama dalam melakukan tugas-tugas di kehidupan sehari-hari. Seorang ahli matematika bukan hanya paham logika saja, mereka adalah orang-orang kreatif dalam penelusuran ide, dan seorang maestro penulis puisi tidak hanya mengandalkan curahan emosi, banyak karya yang justru lahir dari pemikiran analitik dengan ketelitian yang tepat. Lalu, dari mana sebenarnya pengetahuan otak kanan dan kiri ini muncul?



Di awal tahun 1960, seorang psikolog Robert Sperry melakukan eksperimen terhadap pasien dengan gangguan epilepsi. Sperry menemukan bahwa dengan memotong sebuah struktur yang menyambungkan komunikasi antara belahan otak kanan dan kiri yakni corpus callosum, gangguan dapat dikurangi bahkan dihilangkan. 

Corpus callosum yang telah dihilangkan awalnya memberikan efek yang baik terhadap pasien, namun ternyata pasien mulai mengalami beberapa gejala atau simptom-simptom yang aneh. Beberapa pasien mengeluhkan atas ketidakmampuan mereka menyebutkan nama objek yang diproses oleh otak kiri mereka sedangkan nama objek yang diproses oleh otak kanan tetap dapat mereka sebutkan. Hal ini membuat Sperry beranggapan bahwa bahasa dikendalikan oleh belahan otak kiri manusia. 

Melalui penemuan ini, yakni Brain Lateralization, Sperry dapat membuktikan adanya perbedaan fungsi khusus pada otak kanan dan kiri, juga masing-masing memiliki kemampuan mempelajari hal yang berbeda, hingga di tahun 1981 Sperry menjadi salah satu tokoh psikologi yang mendapat penghargaan Nobel.

Eksperimen Sperry diberi nama split-brain experiment. Pasien yang sebelumnya ditangani oleh Sperry dipersilakan duduk dan diberikan sebuah layar di hadapannya. Di balik layar tersebut terdapat beberapa benda atau objek seperti, kunci, cincin, sendok, gelas. Layar tersebut memiliki sebuah titik sentral, tepat di pertengahan layar dan di sisi kanan dan kiri layar akan dimunculkan beberapa kata yang merupakan salah satu dari objek yang berada di balik layar.  

Sebab otak memiliki cara kerja silang. Dalam bekerja, bagian otak kiri akan mengontrol pergerakan otot kanan tubuh dan otak kanan akan mengontrol pergerakan otot kiri tubuh. Hal ini kemudian yang akan membuat sebuah gangguan di otak kanan seseorang akan berdampak pada gangguan di bagian kiri tubuh seseorang. 


Sperry meminta pasien untuk melihat ke titik tengah lalu sebuah kata dimunculkan dan akan jatuh pada titik pandang kiri pasien. Informasi ini akan diterima pada bagian otak kanan (bagian yang tidak dapat memproses kata-kata). Pasien ternyata tidak mampu menyebutkan kata apa yang ditampilkan di layar. Sperry kemudian meminta agar pasien menggunakan tangan kiri untuk mencari sebuah objek yang sesuai dengan kata tersebut di balik layar. Sekalipun pasien tidak mampu menyebut kata di layar, ia tetap mampu menemukan objek yang tepat di balik layar.

Secara umum, dapat dikatakan bahwa belahan otak kiri bertanggungjawab atas berbagai aspek berbahasa dan logika, sementara belahan otak kanan akan mengurusi perihal informasi spasial dan visual. Namun, apa yang dihasilkan penelitian ini tidak berarti bahwa otak bekerja secara dikotomi dan menjadikan seseorang  mengaktifkan fungsi salah satu bagian otak saja. Sekalipun satu bagian memiliki tugas tertentu dan mungkin dominan dalam beberapa tugas, namun tetap saja kedua bagian otak ini bekerja bersama dalam merespon informasi yang ada.



Post a Comment
loading...