5 Langkah Meningkatkan Curiousity (Rasa Ingin Tahu) - IndoPositive

Breaking

Saturday, December 8, 2018

5 Langkah Meningkatkan Curiousity (Rasa Ingin Tahu)


INDOPOSITIVE.org—Curiousity atau rasa ingin tahu merupakan salah satu hal penting dalam diri manusia. Dengan itu, kita belajar dan mengembangkan pengetahuan yang kita miliki. Dalam psikologi positif sendiri, curiousity merupakan bagian dari virtue wisdom and knowledge. Sering kali kita mampu bergerak lebih baik saat diikuti rasa ingin tahu yang besar. Pertanyaannya, bagaimana motivasi itu dapat muncul dan berkembang dalam diri kita? Para peneliti kini tengah mencari jawaban tersebut dengan melihat cara kerja otak kita. 

Masalah ini dapat kita pelajari dari sebuah penelitian yang melihat scan kerja otak, yang sekarang dapat dibaca melalui publikasi dalam bentuk preprint – dengan judul Hunger For Knowledge: How The Irresistible Lure of Curiosity Is Generated In the Brain ditulis oleh Johnny King Lau bersama rekannya. 

Penelitian tersebut memperlihatkan jikalau rasa ingin tahu ternyata didorong oleh proses neurobiologis yang serupa saat kita merasa lapar. Pada penelitian ini, para partisipan mendapat sebuah tugas sederhana. Partisipan yang memang telah lapar diminta untuk melihat trik sulap dan gambar makanan yang menggoda selera, lalu kemudian mereka diperlihatkan roda lotre.  Roda tersebut memberikan visualisasi tentang peluang dari perjudian (yang bervariasi dari percobaan demi percobaan), mereka diminta untuk melakukan perjudian sederhana dan jika mereka menang, mereka berkesempatan untuk belajar trik sulap atau mendapat makanan sesuai gambar. Akan tetapi, jika kalah, mereka akan mendapatkan sengatan listrik di akhir penelitian. Partisipan pun diminta untuk memilih mengetahui trik atau makanan dan memilih berjudi atau tidak. 

Rasa ingin tahu dan lapar itu menjadi penentu dalam pengambilan keputusan partisipan. Ketika partisipan memiliki rasa ingin tahu yang lebih tinggi atau merasakan lapar yang tak tertahankan, mereka berani bertaruh dan mengambil risiko tersengat listrik. Setelah proses tersebut berlangsung, peneliti kemudian mengambil partisipan dalam jumlah yang lebih banyak dan melakukan scan otak di waktu yang bersamaan. Peneliti ingin melihat pilihan apa yang memberikan pengaruh besar, “apakah rasa ingin tahu atau rasa lapar untuk bersedia dalam pengambilan keputusan tersebut?” Saat proses itu berlangsung, bagian otak yang bernama stratium  lebih aktif, stratium sendiri erat kaitannya dengan motivasi dan reward. Keduanya memiliki peran masing-masing.
Penelitian lanjutan terkait hal tersebut memberikan hasil bahwa rasa ingin tahu berpengaruh pada bias pengambilan keputusan kita, sama halnya saat terdapat motivasi eksternal seperti dorongan makan. Seringkali rasa ingin tahu membawa kita pada keputusan yang tak terduga. Hal baiknya, rasa ingin tahu dapat memberikan kita sesuatu yang baru dan membuat kita terus mencari. 

Ian Leslie menulis sebuah buku yang berjudul Curious: The Desire To Know And Why Your Future Depends On It. Beberapa cara untuk meningkatkan rasa ingin tahu diantaranya adalah, pertama, tetap membiarkan pertanyaan bermunculan di kepala. Tak peduli sebodoh atau seaneh apapun pertanyaan itu. Kedua, menemukan ketertarikan khusus yang sesuai dengan kesenangan kita. Ketiga, membaca sebanyak mungkin buku, majalah, artikel dan mengumpulkan beragam informasi. Keempat, berkunjung ke perpustakaan lalu membiarkan diri kita menemukan buku baru atau hal baru yang ada di dalam perpustakaan, dan terakhir, mempelajari cara berpikir orang lain.  
  
Post a Comment
loading...