3 Manfaat Psikologis dari Membaca Komik - IndoPositive

Breaking

Tuesday, November 13, 2018

3 Manfaat Psikologis dari Membaca Komik


INDOPOSITIVE.org Seringkali komik dianggap sebagai medium yang kurang mendidik. Namun ada beberapa hal penting yang sebenarnya dapat kita temukan saat membaca komik.  Salah seorang peneliti bahkan memilih komik sebagai langkah untuk melakukan sebuah terapi. Matthew J. Mulholland, dalam artikelnya yang berjudul Comics as art therapy, menjelaskan bahwa komik menjadi langkah yang tepat dalam mengatasi masalah psikologis pada anak. Berdasarkan pengalamannya, dia membuat karakter khusus untuk anak-anak sekaligus mengajarkan mereka untuk membuat karakternya sendiri. Salah satu kekuatan komik yang dia temukan adalah, para pasien yang dihadapi akan memperlihatkan alter ego dan membiarkan kekuatan narasi, tokoh, karakter dan cerita yang dibuat menjadi ruang khusus dalam memahami dirinya sendiri. 

Selain itu, masih ada hal lain yang dapat kita temukan dari komik. Berikut tiga hal penting yang dapat teman-teman temukan saat membaca komik.

1. Membantu keterampilan berbahasa Inggris
Debra Viadero merupakan salah seorang pakar pendidikan yang juga mengelolah sebuah majalah yang berfokus pada bidang pendidikan. Dari salah satu penelitiannya, Debra menjelaskan bahwa melalui komik berbahasa Inggris, orang-orang yang ingin belajar berbahasa Inggris akan lebih mudah belajar. Hal itu disebabkan faktor kata dan gambar yang menjadi isyarat khas sehingga pesan tersampaikan. Proses itu secara tidak langsung membantu kita untuk mengingat dan memahami Bahasa Inggris.

2. Menumbuhkan perasaan senang saat membaca
Salah satu faktor yang membuat komik digandrungi banyak orang adalah faktor menyenangkan. Komik menjadi medium yang membawa pembaca pada perasaan senang. Ada semangat untuk menemukan hal yang menyenangkan saat membaca komik. Pengalaman membaca melalui komik dapat membawa anak-anak untuk membaca lebih banyak lagi. David S. Serchay memaparkan pengalamannya tentang komik dan kesenangan membaca melalui bukunya yang berjudul The Librarian's Guide to Graphic Novels for Children and Tweens.

3.  Menjadi intervensi psikologi kesehatan untuk anak-anak
Komik juga menjadi medium bagi para peneliti dalam menyampaikan pesannya. Beberapa intervensi psikologi kesehatan menggunakan komik sebagai sarana untuk melakukan kampanye kesehatan. Salah satu jurnal penelitian yang berjudul “5 a day achievement badge for African-American boy scouts: Pilot outcome results Preventative Medicine” merupakan penelitian yang menggunakan komik. Para peneliti mencoba mengajak anak-anak untuk mulai mengkonsumsi sayuran. Lain lagi dengan penelitian Bush T dan rekannya,“Preteen attitudes about smoking and parental factors associated with favorable attitudes” Penelitian itu bertujuan untuk menghindarkan anak-anak dari rokok. Dengan menggunakan komik yang dirancang khusus dengan judul Tobacco Comics dan dapat membangun konsep yang lebih baik untuk menghindari rokok.

Di luar dari tiga hal tersebut, tentu masih ada hal yang dapat kita pelajari dari komik. Di tahun 2004 dan 2005, perusahaan Wal-Mart bersama Marvel pernah membuat promosi kesehatan dengan menghadirkan Hulk, Spiderman, Captain America dan the Fantastic Four untuk melakukan promosi konsumsi sayuran pada anak-anak di Amerika Serikat. Hingga sekarang, langkah tersebut terus berkembang dan memberikan dampak yang positif. Sudah sepantasnya, kita memberikan penghargaan tertinggi pada pembuat komik yang senantiasa berkarya dan menghidupkan karakter mereka dengan sangat kuat di kehidupan kita saat ini.  

Post a Comment
loading...