Mengenal Secara Singkat Need for Closure (NFC)

 
huaweip9.com
INDOPOSITIVE.org  Need for closure memiliki peran penting pada berbagai aspek kehidupan individu, salah satunya adalah kreativitas1. Pada penelitian tersebut, individu diberikan kesempatan untuk bermain peran dan mengambil keputusan pada berbagai kondisi (seperti, waktu yang terbatas, perbedaan individu, dan tugas). Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa individu dengan need for closure yang tinggi sulit memperlihatkan bentuk kreativitas dibandingkan dengan need for closure yang rendah. 

Secara sederhana, need for closure merupakan kebutuhan bagi individu untuk mendapatkan kesimpulan yang cepat dalam menentukan keputusan. Selain itu, individu akan menolak berada pada kondisi yang tak memberi kepastian. Hal tersebut membentuk pola pikir individu menjadi kaku dan beku dalam menerima informasi yang ada2. Hal buruk yang terjadi jika individu memiliki need for closure yang tinggi akan membuatnya untuk mengurangi penerimaan informasi yang ada3.

Selain itu, need for closure yang tinggi membuat individu berfokus pada bukti stereotip dan bukan pada informasi yang sebenarnya4. Diperparah lagi dengan kecenderungan untuk menilai pada kesan pertama5 dan akan menjadi bias secara berlebih6. Pada kondisi tersebut, individu akan mudah untuk menghakimi orang lain5

Salah satu langkah untuk menurunkan need for closure individu adalah dengan menggunakan efek dari bacaan sastra7. Bacaan sastra dianggap mampu memberikan efek pada pembaca untuk kembali menerima ketidakpastian dan membuat pikiran individu untuk lebih terbuka menerima berbagai kemungkinan yang ada. Tentu saja, temuan ini dapat menjadi solusi dalam membentuk atau mengatasi masalah dari akibat need for closure yang tinggi. Perihal sastra dan need for closure akan kami jelaskan di lain waktu. Semoga bermanfaat. 

Referensi:

[1] Chirumbolo, A., Livi, S., Mannetti, L., Pierro, A., & Kruglanski, A. W. (2004). Effects of need for closure on creativity in small group interactions. European Journal of Personality18(4), 265-278.
[2] Kruglanski, A. W., & Webster, D. M. (1996). Motivated closing of the mind: ‘‘Seizing’’ and ‘‘freezing’’. Psychological Review, 103(2), 263-283.
[3] Mayseless, O., & Kruglanski, A. W. (1987). What makes you so sure? Effects of epistemic motivations on judgmental confidence. Organizational Behavior and Human Decision Processes, 29, 162–183.
[4] Kruglanski, A. W., & Mayseless, O. (1988). Contextual effects in hypothesis testing: The role of competing alternatives and epistemic motivations. Social Cognition, 6, 1–21.
[5] Webster, D. M., & Kruglanski, A. W. (1994). Individual-differences in need for cognitive closure. Journal of Personality and Social Psychology, 67, 1049– 1062.
[6] Webster, D. M. (1993). Motivated augmentation and reduction of the overattribution bias. Journal of Personality and Social Psychology, 65, 261–271.
[7] Djikic, M., Oatley, K., & Moldoveanu, M. C. (2013). Opening the closed mind: The effect of exposure to literature on the need for closure. Creativity research journal25(2), 149-154


Lahir di Pinrang, 4 Maret 1992. Senang membaca, menulis, meneliti. Penulis dapat dikunjungi di www.wawankurn.com

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments :

Post a Comment