Pesan Penting Bagi Kita Yang Senang Menunda - IndoPositive

Breaking

Saturday, September 3, 2016

Pesan Penting Bagi Kita Yang Senang Menunda

INDOPOSITIVE.org — Apakah Anda seorang Procrastinator? Atau Anda mengenal seseorang yang benar-benar lekat dengan perilaku “menunda” tersebut? Tulisan ini sedikit mengulas review dari seorang pembicara di TED, mengenai Prokrastinasi.

Tim Urban, beberapa bulan yang lalu tampil mengesankan dalam video berdurasi sekitar 14 menit. Dalam ceramahnya yang berjudul Inside The Mind of A Master Procrastinator, Tim Urban menjelaskan mengenai bagaimana cara berpikir seorang Procrastinator. Ia memulai dengan menceritakan pengalamanya ketika duduk di bangku kuliah dan seringkali menunda untuk mulai mengerjakan tugas. Seminggu jangka waktu yang diberikan untuk sebuah paper, dan ia akan mengerjakannya di malam terakhir, ketika tenggat waktu tugas nyaris berakhir. Apakah Anda sering mengalami hal serupa? Kenapa hal itu terjadi?


Tim Urban menjelaskan bahwa, di dalam otak seorang Procrastinator terdapat sebuah sifat yang disebut Instant gratification Monkey, dan sifat tersebut bukanlah hal yang kita inginkan untuk mengatur dan mengendalikan segala situasi dalam hidup kita. Instant Gratification Monkey selamanya hidup dalam waktu sekarang. Tidak memiliki ingatan masa lalu dan tidak mengatahui rencana masa depan. Dua hal yang Ia ketahui hanyalah “Mudah” dan “Menyenangkan”. Dalam dunia Hewan, hal itu tentu baik.  Tim Urban menambahkan , “Jika kau seekor anjing, dan kau tidak melakukan hal apapun selain hal menyenangkan dan mudah kau akan suskes besar!”.

Hal yang dimengerti  oleh Instant Gratification Monkey bahwa kita hanyalah spesies hewan yang harus beristirahat dengan baik, makan dengan baik dan hidup melanjutkan keturunan. Jika kita hidup di lingkungan suku zaman dulu yang terbelakang, hal itu tentu masuk akal, namun untuk manusia yang hidup dalam sebuah peradaban yang maju tentu hal itu tidaklah cukup.

Instant Gratification-Monkey sepenuhnya menghabiskan waktu dalam zona yang disebut oleh Tim Urban sebagai  “Dark Playground”.  Yaitu ketika kita bersantai saat aktifitas santai tidak seharusnya dilakukan. Membuka laman media sosial sepanjang hari, mengakses Youtube untuk hal-hal remeh, dan segala aktivitas yang tidak begitu penting dan dilakukan hanya untuk bersantai. Hal menyenangkan dalam “Dark Playground” sebenarnya tidak benar-benar menyenangkan karena hal tersebut sama sekali tidak menghasilkan apapun.

Kita akan diselubungi oleh rasa bersalah, rasa takut, kecemasan, dan lainnya. Terkadang kita tentu boleh melakukan hal yang “Mudah” dan “Menyenangkan”, seperti ketika mengikuti pesta makan malam, atau tidur atau menikmati waktu santai. Namun kadang pula kita perlu melakukan hal yang sedikit lebih sulit dan sedikit tidak menyenangkan untuk meihat sesuatu yang lebih besar.

Beruntungnya, seorang manusia memiliki bagian yang disebut Rational Decicion-Maker, hal inilah yang membuat kita mampu melakukan hal yang tidak dapat dilakukan Hewan lain, kita dapat memvisualisasikan masa depan,kita dapat melihat gambaran yang lebih nyata, kita dapat membuat rencana jangka panjang.

Dan pertanyaannya adalah, dalam situasi seperti ini, dengan Monyet di kepala kita yang terus ingin berada dalam “Dark Playground” . Bagaimana mungkin seorang Procrastinator keluar dari zona tersebut dan menuju zona Rational Decision-Maker?, Tempat yang sedikit kurang menyenangkan tapi hal-hal penting terjadi dan dilakukan. Tenyata seorang Procrastinator memiliki “Malaikat Penjaga” yang terus memperhatikan dan mengawasinya di saat-saat paling menyedihkan, yang disebut Panic Monster

Panic Monster ini selalu muncul begitu deadline mendekat, atau ketika  ada tekanan dari lingkungan sekitar, dan berbagai konsekuensi menakutkan lainnya. Namun ada dua jenis Prokrastinasi yang perlu kita perhatikan. Pertama adalah hal-hal yang memiliki tenggat waktu atau deadline, dimana jika hal ini terjadi Panic Monster akan bekerja dan mengalihkan perhatian seorang Procrastinator. Tetapi bagaimana dengan hal-hal yang tidak memiliki tenggat waktu?, dimana sang Panic Monster tidak bekerja, seperti keinginan menjadi seniman, pengusaha mandiri, penulis, melanjutkan pendidikan, memulai gaya hidup sehat,menemui orangtua atau keluarga atau kerabat atau menikah.

Hal-hal ini tidak begitu nampak, tidak begitu sering kita bicarakan yang justru berpengaruh pada ketidakbahagiaan jangka panjang, berbagai penyesalan dalam kehidupan. Tim Urban menuturkan “Masalahnya bukan mereka tidak dapat meraih cita-cita mereka, tapi bahkan mereka tidak bisa memulai mengejar mimpi mereka”. Setiap dari kita mungkin adalah Procrastinator, yang pernah menunda beberapa hal dari hidup. Akankah kita belajar dan mulai memperhatikan kehidupan kita?