Melihat Efek Tidur Pada Daya Ingat Kita - IndoPositive

Breaking

Tuesday, September 13, 2016

Melihat Efek Tidur Pada Daya Ingat Kita

INDOPOSITIVE.org — Kegiatan sehari-hari yang sangat menyita waktu dan pikiran menjadi rutunitas yang normal pada usia muda, namun “mudah lupa” pada usia muda bukanlah hal yang normal terjadi. Dalam dunia medis, peristiwa ini dikenal dengan Short Term Memory Lost atau Short Memory Syndrome (SMS). SMS sering kali membuat penderita melupakan tindakan yang baru saja dilakukannya atau lupa pada suatu kejadian yang juga baru terjadi. SMS disebabkan oleh adanya penurunan daya ingat sehingga penderita langsung menghilangkan rekam jejak informasi yang diterima memori otak.Kondisi SMS bisa disamakan dengan melemahnya daya ingat atau kepikunan yang terjadi pada orang yang lanjut usia.



Kebanyakan orang beranggapan bahwa melemahnya daya ingat atau kepikunan biasanya dialami oleh orang yang telah lanjut usia. Namun kenyataannya, saat ini menurunnya kualitas daya ingat juga bisa terjadi pada usia muda. Beberapa pemicu bisa menjadi penyebab terjadinya kepikunan pada usia muda. Seperti: beban aktivitas yang tinggi dan berat di usia muda, adanya peredaran darah ke otak yang terganggu, teknologi masa kini yang semakin canggih sehingga otot dan otak tidak lagi digunakan secara maksimal sehingga daya ingat pun menurun, serta penyebab lain yang kadang diabaikan seperti tidur.

Tidur merupakan kebutuhan dasar yang mutlak dan harus dipenuhi oleh semua orang. Dengan istirahat dan tidur yang cukup, tubuh baru dapat berfungsi secara optimal. Potter & Perry mengatakan bahwa tidur merupakan proses fisiologis yang bersiklus bergantian dengan periode yang lebih lama dari keterjagaan. Pada penilitian tahun 1984 yang dilakukan Oswold, tidur  ternyata sangat diperlukan untuk memperbaiki proses biologis secara rutin karena selama tidur tubuh melepaskan hormon pertumbuhan manusia untuk memperbaiki dan memperbaharui sel epitel dan sel khusus seperti sel otak.

Japan Epidemiology Association mengatakan bahwa orang yang tidur selama 6 sampai 8 jam dalam sehari akan memiliki usia yang lebih panjang dan ingatan yang kuat dari pada orang yang tidur kurang dari 6 jam atau lebih dari 8 jam perhari. Penelitian lain menunjukkan bahwa dibutuhkan setidaknya 6 jam tidur untuk daya ingat berfungsi pada potensi maksimumnya dan tidur malam yang cukup mempengaruhi fungsi daya ingat seseorang.Selain tidur malam yang cukup, ternyata tidur pada siang hari juga ikut andil dalam memberikan kualitas pada daya ingat. Ketika kita tidur siang maka sekresi Human Growth Hormone (HGH) bekerja lebih maksimal.

Hormon ini dapat membantu menumbuhkan 1 serabut otak yang berkaitan dengan kemampuan kognisi. Berdasarkan penelitian Konen, orang  yang tidur siang memiliki daya fokus dan konsentrasi yang tinggi, sehingga mereka dapat menangkap informasi dengan lebih baik dan menyimpannya dalam kotak memori. Sama halnya pada  penelitian lain yang telah membuktikan bahwa terdapat manfaat dari tidursiang bagi perkembangan kognitif utamanya daya ingat. Seorang pakar Psikologi anak, Rebecca Spencer, juga mengatakan bahwa tidur siang penting bagi otak, untuk mengumpulkan ingatan dan pembelajaran. Sangat penting untuk tidak mengabaikan waktu tidur kita dalam sehari. Jika kita meinginkan daya ingat yang berkualitas maka cukupkan tidur pada malam dan siang hari.