Efek Musik Pada Obesitas

INDOPOSITIVE.org — Satu dari tiga anak di perkotaan cenderung mengalami obesitas. Di Amerika Serikat, tiap tahun obesitas mengakibatkan setidaknya 300.000 kematian dan biaya pelayanan kesehatan penduduk Amerika usia dewasa dengan obesitas mencapai $70 miliar atau 7% pengeluaran pelayanan kesehatan per tahun. Kegemukan atau obesitas merupakan suatu kondisi medis di mana lemak tubuh terakumulasi secara berlebihan. Tak jarang obesitas meningkatkan peluang terjadinya berbagai macam penyakit, seperti penyakit jantung, diabetes tipe 2, apnea tidur obstruktif, kanker tertentu, osteoartritis dan asma.


Kebanyakan ahli medis mengatakan bahwa kegemukan sangat sering disebabkan oleh kombinasi antara asupan energi makanan yang berlebihan, kurangnya aktivitas fisik, dan kerentanan genetik. Orang-orang kemudian beramsusi bahwa makan berlebihan merupakan aspek utama penyebab kegemukan. Tanpa mereka sadari, musik yang mereka dengarkan juga mempengaruhi nafsu makan dan berat badan mereka. Di era modern ini banyak bermunculan aliran musik baru.

Kita kadang mendengarkan musik berdasarkan kegemaran dan tak jarang berdasarkan emosi yang sedang di rasakan. Tanpa kita sadari ternyata emosi memiliki peran penting dalam perilaku makan kita. Hal itu dibuktikan dari sebuah penelitian yang dilakukan Figlewicz dan Woods yang menemukan jalur hedonik perilaku makan yang diperantarai oleh dopaminergik dan serotoninergik.Mereka mengemukakan bahwa selain untuk memenuhi kebutuhan energi, perilaku makan juga memiliki efek psikogenik.

Dan dalam keadaan emosi tertentu juga memengaruhi perilaku makan dan metabolisme energi. Berbagai faktor yang memengaruhi keadaan emosi. Salah satunya adalah musik. Musik terbukti dapat memodulasi status emosi dan sintesis hormon yang berhubungan dengan status emosi tersebut. Sedangkan emosi terbukti memengaruhi nafsu makan dan metabolisme energi, yang keduanya akan berpengaruh pada berat badan.

Dalam penelitian lain, Himpunan Studi Obesitas Indonesia  (HISOBI) melakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh nafsu makan dan berat badan pada seseorang, mereka melandaskan penelitiannya pada manusia untuk mengetahui peran musik rock dalam fenomena obesitas global.

Ternyata mendengarkan musik rock selama empat jam sehari dalam 15 hari berturut turut berhubungan dengan peningkatan nafsu makan dan berat badan secara bermakna. Sedangkan musik klasik secara statistik tidak berhubungan dengan perubahan nafsu makan dan berat. Memberikan bukti bahwa musik rock dapat meningkatkan berat badan. Apakah hari ini anda mendengar musik? 



Penyuka kucing, buku dan tengah menanti Taylor Swift berkunjung ke Indonesia

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments :

Post a Comment