Harga Untuk Sebuah Kebahagiaan Dan Kesehatan - IndoPositive

Breaking

Wednesday, August 10, 2016

Harga Untuk Sebuah Kebahagiaan Dan Kesehatan

INDOPOSITIVE.org — Ada banyak hal dapat kita temukan setiap hari. Sedih dan senang, keduanya tidak pernah luput dari kehidupan sehari-hari. Mostofsy, seorang ahli epidemologi menjelaskan bahwa  dukacita, kesedihan, kecemasan dan kemarahan ternyata dapat meningkatkan denyut jantung, tekanan darah, dan perubahan dalam darah yang membuatnya lebih mungkin untuk membeku, dan menyebabkan serangan jantung.

Saat seseorang bersedih, ia akan kehilangan kebahagiaan dan kesehatannya. Hal yang kadang menjadi penghambat aktivitas sehari-hari. Sakit dan sedih Apapun status dan pekerjaan seseorang, di waktu tertentu mereka seharusnya melakukan suatu rutinitas harian mereka. Seorang ilmuwan tidak menyelesaikan penelitiannya di sebuah laboratorium, seorang dosen tidak datang mengajar di sebuah kelas, seorang penulis tidak menghadiri launching bukunya di luar kota dan seorang presiden bisa saja batal melakukan kunjungan negara karena sakit ataupun sedang dalam kondisi bersedih.  Sepenting apapun jabatan dan urusan yang harusnya dilakukan, bisa saja batal karena persoalan sakit dan mengalami kesedihan. Sakit merupakan persepsi seseorang bila merasa kesehatannya terganggu. Pentingnya kesehatan akan begitu terasa ketika kita sedang dalam kondisi sakit. Rasanya kita ingin menukarkan apapun dengan sebuah kesehatan dan kebahagiaan. 


Namun, saat berada dalam kondisi yang yang sebaliknya atau sehat dan berbahagia, terkadang kita mulai melupakan hal kecil namun penting untuk dilakukan yaitu bersyukur. 

Bersyukur – yang merupakan bentuk terima kasih atas apa yang kita terima dan apa yang kita miliki. Bersyukur merupakan kebahagiaan yang instan, saat kita bersyukur, detik itu juga kita merasakan kebahagiaan. Dalam perjalanan kehidupan, jika kita menegok ke belakang dan memikirkan sejenak, ternyata ada hal yang luput kita syukuri, atau mungkin kita baru saja ingin mensyukiri ketika kita telah kehilangannya. Sebanyak apapun hal yang kita miliki, tidakan akan berarti saat kita lupa cara untuk bersyukur.

Seorang peneliti bernama Robert A. Emmons yang menerbitkan sebuah jurnal dalam Personality and Social Psychology mengatakan bahwa seseorang yang sedang dalam kondisi bersyukur secara signifikan  memiliki hidup yang lebih positif (penuh perhatian, energik, antusias, bersemangat,tertarik, menyenangkan, dan kuat). Selain itu ketika kita bersyukur, kita cenderung akan menghabiskan lebih banyak waktu untuk berolahraga (hampir mencapai 1,5 jam lebih per minggu)  yang tentunya akan berpengaruh positif bagi kesehatan.

Sebagian besar orang di sekitar kita akan bersyukur atas kenikmatan mendapat uang yang banyak atau memakan makanan yang lezat. Seolah lupa bahwa memiliki uang banyak bukanlah kenikmatan karena bisa saja kita menjadi incaran perampok, dan yang lupa bahwa nikmat di dunia bukan hanya se-cup es krim dengan topping stroberi atau sebucket chicken wings dengan siraman madu dan taburan wijen. Mengeyampingkan nikmat kesehatan dan nikmat kebahagiaan. Atas semua kenikmatan yang kita peroleh, sejatinya kita harus bersyukur setiap saat. Kesehatan dan kebahagiaanpun merupakan kenikmatan yang patut di syukuri. Rasanya bersyukur menjadi harga yang pantas untuk sebuah kebahagiaan dan kesehatan.