Dua Alasan Mengapa Stres Penting Kita Hindari - IndoPositive

Breaking

Saturday, August 13, 2016

Dua Alasan Mengapa Stres Penting Kita Hindari

INDOPOSITIVE.org — Stres dapat terjadi dengan alasan yang tak dapat kita duga. Stres bukan hanya merupakan perasaan yang sangat tidak menyenangkan, namun juga memiliki efek samping yang berbahaya bagi pikiran dan tubuh. Sangat penting bagi kita untuk belajar bagaimana mengatasi stres, agar dapat menjaga tubuh kita berfungsi dalam kesehatan yang baik dan tetap menjalani hidup yang sehat.



1. Stres Bisa Merestrukturisasi Otak Anda

Stres tidak selamanya selalu negatif. Bahkan sesekali kita membutuhkan stress, seperti saat kita bersaing dalam sebuah lomba olahraga atau tampil di atas panggung. Hal itu dapat memberikan kita ledakan energy yang dibutuhkan pada saat-saat tertentu.  Namun efek negative dari stress, dari waktu ke waktu dapat merestrukturisasi otak kita.

Ketika stres mempengaruhi otak kita, sumbu dari HPA (hypothalamus-pituitary-adrenal) diaktifkan. Hipotalamus adalah bagian tengah otak, dan ia melepaskan senyawa yang bergerak ke kelenjar pituitari. Hal ini kemudian melepaskan Hormon ACTH (adrenocorticotrophic) yang kemudian dilepaskan ke dalam aliran darah. Pada saat itu,akan dihasilkan hormon stress kortisol.

Ketika kortisol terlepas hal itu akan membuat tubuh dalam keadaan antisipasi, siap beraksi. Ketika tubuh mulai berurusan dengan efek jangka panjang Kortisol, bagaimana pun, itu akan memiliki efek negatif pada otak. Otak tak dapat mengatasinya dengan baik dalam waktu yang panjang dari adrenalin, sehingga hal itu mulai memberikan efek negatif pada tubuh.

Kortisol bertanggung jawab atas ketersediaan pasokan energi kita (karbohidrat, lemak dan yang paling penting - gula) energy tersebut diperlukan ketika kita mengalami situasi stres. Namun setelah keadaan berkepanjangan terjadinya stres, otot mulai rusak dan kita akan mengalami respon yang mulai menurun dan kita akan mengalami penurunan sistem kekebalan tubuh. Secara umum, hal tersebut akan merusak otak kita.

2. Stres Dapat Membuat Otak Anda lebih kecil

Terus menerus stres dan meningkatnya tingkat kortisol berarti menjadikan sinyal otak yang berhubungan dengan pembelajaran, memori dan pengendalian stres menjadi menurun. Daerah ini sama dengan otak yang mengontrol sifat-sifat ini (Hippocampus) juga mulai membatasi aktivitas sumbu HPA dan ketika ini memburuk atau menjadi lemah, kita kurang mampu mengendalikan tingkat stres kita.

Kortisol juga membuat otak Anda lebih kecil! Koneksi Syanptic menghilang ketika terdapat begitu banyak kortisol dan bagian depan otak yang menentukan penilaian, perilaku sosial, dan pengambilan keputusan, juga menyusut. Depresi adalah risiko ketika hal ini terjadi, karena sel-sel otak kurang sedang dikembangkan, dan kami terjebak dalam siklus negatif dalam otak.

Dua hal tersebut semoga saja dapat membuat kita untuk sebisa mungkin menghindari stress. Pun saat kita harus melewati atau menghadapi stress, kita selalu punya cara untuk belajar dan membuat kehidupan kita menjadi lebih baik. 

Post a Comment
loading...