7 Cara Untuk Melatih Otak Kita Menjadi Lebih Bahagia

INDOPOSITIVE.org — Apakah hari ini ada tetap merasa bahagia? Sejumlah penelitian membuktikan beberapa hal yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut tujuh cara untuk melatih otak kita menjadi lebih bahagia.  

1. Berjalan Kaki Selama 30 Menit



Pennsylvania State Research melaporkan dalam Journal of Spor & Exercise Psychology bahwa semakin aktif seseorang dalam gerakan fisik, akan membuat perasaannya menjadi lebih gembira dan antusias. Peneliti Amanda Hyde mengatakan bahwa, “Kita menemukan bahwa orang-orang yang lebih aktif secara fisik lebih memiliki perasaan yang lebih bahagia dibanding yang tidak” Aktif secra fisik tak butuh waktu lama, cukup 30 menit untuk jalan cepat selama tiga kali seminggu dapat meningkatkan kebahagiaan. 

The American Psychosomatic Society mempulikasikan penelitian yang menunjukkan bagaimana Michael Babyak bersama tim doktor menemukan bahwa tiga kali tiga puluh menit berjalan cepat atau berjalan dapat meningkatkan pemulihan dari depresi. 

2. Menulis Surat Selama 20 Menit



Menulis selama 20 menit tentng pengalaman positif  secara dramatis meningkatkan kebahagiaan. Mengapa? Hal tersebut karena kita dapat mengalami pengalaman selama menuliskannya dan kemudian merasa setiap saat ketika kau membacanya. Otak mengirimkan umpan balik. Di University of Texas dalam sebuah penelitian yang berjudul, “How Do I love Thee? Let Me Count the Words,” yang diteliti oleh Richard Slatcher dan James Pennebaker telah meminta sepasang kekasih untuk menuliskan hubungannya selama 20 menit dengan jadwal tiga kali sehari. Dibandingkan dengan grup lain, pasangan tersebut lebih mungkin untuk terlibat dalam dialog intim sesudahnya, dan hubungan itu lebih mungkin untuk bertahan.

3. Melakukan Lima Tindakan Kebaikan Secara Acak



Melakukan lima tindakan kebaikan secara acak selama seminggu dapat meningkatkan kebahagiaan. Kita dapat membayarkan kopi seseorang teman di café atau di kantin, menulis ucapan terima kasih untuk saudara, kekasih atau teman. Namun, Sonja Lyubomirsky, penulis The How of Happiness, melakukan studi dengan meminta siswa Stanford untuk melakukan lima perbuatan acak kebaikan lebih dari seminggu. Tidak mengherankan, mereka melaporkan tingkat kebahagiaan jauh lebih tinggi daripada kelompok kontrol. Mengapa? Mereka merasa baik tentang diri mereka sendiri! Orang lain pun menghargai mereka. 

4. Menghentikan Secara Utuh



"Orang terkaya, paling bahagia dan paling produktif digambarkan dengan kemampuan untuk sepenuhnya terlibat dalam tantangan yang  ia hadapi sendiri, tetapi juga mampu melepaskan diri secara berkala dan mencari pembaharuan," kata Jim Loehr dan Tony Schwartz dalam The Power of Full Engagement. Dan studi Kansas State University menemukan bahwa menghentikan secara utuh setelah bekerja membantu kita dalam mengisi ulang tenaga untuk hari berikutnya. 

5. Temukan Suasana Flow



Masuk ke dalam alur. Nikmati posisi itu. Carilah flow. Ketika kita benar-benar terserap dengan apa yang dilakukan, dan merasa tertantang diikuti dengan keterampilan yang setara, saat itulah Flow terjadi. Mihaly Csikszentmihalyi menggambarkan momen ini sebagai "yang benar-benar terlibat dalam kegiatan untuk kepentingan diri sendiri, ego jatuh menjauh. Waktu berlalu. Setiap tindakan, gerakan, dan pikiran mengikuti pasti dari yang sebelumnya, seperti bermain jazz. seluruh keberadaanmu terlibat, dan kau menggunakan keterampilanmu secara maksimal." Selamat menemukan flow yang ada di sekitarmu. 


6. Melakukan Renungan 



Sebuah tim peneliti dari Massachusetts General Hospital melihat scan otak orang sebelum dan setelah mereka berpartisipasi dalam kursus meditasi kesadaran dan menerbitkan hasil di Psychiatry Research. Apa yang terjadi? Setelah kursus, bagian otak yang berhubungan dengan kasih sayang dan kesadaran diri tumbuh sementara bagian yang terkait dengan stres menyusut. Studi melaporkan bahwa meditasi dapat "secara permanen kembali mengirim" otak Anda untuk meningkatkan tingkat kebahagiaan.

7. Menuliskan Lima Hal yang Disyukuri 



Jika kau bisa berbahagia dengan hal-hal sederhana, maka akan mudah untuk menjadi bahagia. Menemukan buku atau jurnal, atau memulai membaca sebuah situs web, dan menuliskan 3-5 hal yang kamu syukuri dari seminggu terakhir. Beberapa orang menulis di buku catatan di samping tempat tidur mereka. 

Pada tahun 2003, peneliti Robert Emmons dan Michael McCullough meminta kelompok siswa untuk menuliskan lima rasa syukur, lima permasalahan, atau lima peristiwa yang terjadi selama seminggu terakhir selama sepuluh minggu berturut-turut. Tebak apa yang terjadi? Para siswa yang menulis lima rasa syukur yang lebih bahagia dan sehat secara fisik. Charles Dickens berpesan bahwa: “Reflect upon your present blessings, of which every man has many, not your past misfortunes, of which all men have some.”

Ruang belajar Psikologi Positif

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments :

Post a Comment