Rasa Syukur dan Bunuh Diri - IndoPositive

Breaking

BANNER 728X90

Monday, July 25, 2016

Rasa Syukur dan Bunuh Diri


INDOPOSITIVE.org — Tahukah Anda bahwa rendahnya taraf kesejahteraan kehidupan, secara psikologis dapat melemahkan self-esteem atau rendahnya pandangan seseorang dalam menilai diri sendiri, hingga menimbulkan gejala depresi yang berujung pada bunuh diri?

Beberapa kasus kematian, menurut data WHO rata-rata korban bunuh diri di dunia per tahunnya berkisar seratus ribu jiwa. Menurut  Van Heeringen dalam bukunya Understanding Suicidal Behavior, setidaknya terdapat beberapa tahap ketika seseorang melakukan bunuh diri. Hal ini dimulai suicidal ideation, suicide attempts,  dan  completed suicide. Suicidal ideation atau ideasi bunuh diri merupakan tahap utama dimana seseorang menghadirkan sebuah pikiran yang mengarah pada keinginan bunuh diri. Hal ini dikatakan menjadi prediktor yang kuat terhadap keberhasilan bunuh diri.

Melihat beberapa peningkatan kasus bunuh diri di beberapa Negara khususnya di Asia Tenggara, salah satu peneliti di Taiwan, Chih-Che Lin melakukan penelitian melalui pendekatan psikologi yang diterbitkan dalam Scandinavian Journal of Psychology pada tahun  2015.

Lin memulai penelitian dengan beranggapan bahwa sebuah efek positif dalam diri seseorang tentunya akan membawa kebaikan, namun Lin memaparkan lebih detail mengapa efek positif syukur saling berhubugan langsung dengan self-esteem, depresi dan ideasi bunuh diri. Sebanyak 814 mahasiswa dari berbagai universitas di Taiwan menjadi partisipan dalam penelitian ini. Lin melakukan analisis dengan menggunakan Structural Equation Modeling. Dalam prosedur penelitian, partisipan akan mengisi sejumlah instrumen untuk mengukur rasa syukur mereka, self-esteem, tingkat depresi hingga melihat ideasi bunuh diri negative dan positif mereka.

Hasil penelitian ini membuktikan bahwa memiliki rasa syukur akan meningkatkan self-estem seseorang. Anda akan semakin percaya bahwa diri Anda berharga dan percaya mampu melakukan banyak hal dalam kehidupan Anda. Perasaan syukur yang tinggi juga terbukti sebagai prediktor rendahnya tingkat depresi seseorang. Hal ini terjadi karena perasaan syukur berhubungan dengan efek atribusi positif. Bahwa setiap orang yang bersyukur akan cenderung membuat penialaian baik terhadap lingkungannya. Sehingga menjauhkannya dari pikiran stress, terutama saat masa-masa sulit dalam kehidupan. Hal yang terakhir adalah syukur menjauhkan seseorang dari ideasi bunuh diri.

Bagaimana perasaan Anda ketika seseorang berterimakasih kepada Anda? Ingatlah senyum orang-orang yang Anda sayangi, atau bayangkan betapa beruntungnya Anda memiliki sepasang mata dan sepasang telinga. Begitu banyak hal yang dapat membuat kita merasa bersyukur, bahkan hal-hal kecil yang kadang luput dari kesadaran kita. Perasaan syukur atau apresiasi merupakan hal esensial dalam perilaku moral manusia. Perasaan syukur juga akan memberikan efek positif pada kesejahteraan hidup dan kelangsungan hidup seseorang.

No comments:

Post a Comment