Melawan Kekerasan Pada Anak - IndoPositive

Breaking

Friday, July 22, 2016

Melawan Kekerasan Pada Anak


INDOPOSITIVE.org Hari Anak Nasional diperingati setiap tanggal 23 Juli sesuai dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 1984 tanggal 19 Juli 1984. Tema Hari Anak Nasional (HAN) 2016 “Akhiri Kekerasan pada Anak” menjadi bahan refleksi bagi kita semua. Berbagai kasus kekerasan begitu mudah ditemukan di sekitar kita.

Berdasarkan data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), kekerasan pada anak selalu meningkat setiap tahun. Hasil pemantauan KPAI dari 2011 sampai 2014, terjadi peningkatan yang sifnifikan. Tahun 2011 terjadi 2178 kasus kekerasan, 2012 ada 3512 kasus, 2013 ada 4311 kasus, 2014 ada 5066 kasus.  Data Kasus yang dialami; kasus pengasuhan 3160 kasus, pendidikan 1764 kasus, kesehatan dan napza 1366 kasus serta pornografi dan cybercrime 1032 kasus.

Selain itu, anak bisa menjadi korban ataupun pelaku kekerasan dengan lokus kekerasan pada anak ada 3, yaitu di lingkungan keluarga, di lingkungan sekolah dan di lingkungan masyarakat.
Sedangkan data yang ada pada Provinsi Sulawesi Selatan (Rakyatku.com), melalui hasil temuan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BPPPA) Sulsel, sepanjang tahun 2015 di Sulsel setidaknya terdapat 315 kasus kekerasan seksual pada anak. Masing-masing terlaporkan pada P2TP2A Provinsi sebanyak 13 kasus, P2TP2A kabupaten/kota sebanyak 188 kasus, UPPA Polda Sulsel 62 kasus, dan LBH Apik 52 kasus. Ratusan kasus tersebut, semuanya merupakan kasus baru.

Sedangkan pada tahun 2016, hingga bulan Mei terdapat 14 kasus kekerasan pada anak yang terlaporkan pada Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Sulsel, lima diantaranya merupakan kasus kekerasan seksual. Jumlah ini belum termasuk kasus yang terlapor pada P2TP2A kabupaten dan kota.

Mari kita lihat data dari UNICEF (2015) menyatakan bahwa 40 persen anak berusia 13-15 tahun melaporkan pernah diserang secara fisik sedikitnya satu kali dalam setahun. 26 persen melaporkan pernah mendapat hukuman fisik dari orang tua atau pengasuh di rumah.  50 persen anak melaporkan di-bully di sekolah. 45 persen perempuan dan anak perempuan di Indonesia percaya bahwa suami/pasangan boleh memukul istri/pasangannya dalam situasi-situasi tertentu. 

Sudah saatnya kita mulai memberikan kepedulian serta perhatian kepada anak-anak yang di sekitar kita. Selamat Hari Anak Nasional 2016.