5 Tips Dalam Membaca Seseorang Lebih Akurat - IndoPositive

Breaking

Monday, May 16, 2016

5 Tips Dalam Membaca Seseorang Lebih Akurat

INDOPOSITIVE.org ─ Membaca kali ini buka pada konteks membaca buku, majalah, jurnal dan lain-lain. Melainkan lebih pada mengenali orang lain atau di sekitar kita. Pada umumnya kita cenderung melakukan kesalahan saat membaca atau mengenali orang lain sehingga hasil temuan kita kurang pas atau akurat dalam menilai. Beberapa hal di bawah ini kiranya dapat membantu untuk melihat orang yang anda kenal, belum kenal dan yang akan anda kenal. 

Ilustrasi: Melihat diri sendiri
                sumber gambar di sini                

1. Apa penyebab perilaku orang lain? Situasi atau kepribadian?

Ketika kita melihat gambaran dari perilaku seseorang kita sering mengambil kesimpulan, bahwa mereka bertindak berdasarkan keperibadian mereka. Sebaliknya, ketika kita berpikir tentang perilaku kita sendiri, kita sering berpikir bahwa penyebabnya adalah situasi.

Contonya, anda sadar jika anda senang menyendiri, sebab tengah diserang kebingungan atau sedang cemas. Namun ketika orang lain melakukan itu kepada anda, sangat sering dan lebih mudah kita menyimpulkan mereka berperilaku acuh atau kurang ajar.

Lalu, bagaimana menghindari kesalahan ini: Ingatkan diri anda untuk berpikir tentang kedua penyebab akan kondisi situasional dan juga kepribadian, saat menilai orang lain. 

2. Bias Konfirmasi

Setelah kita memiliki informasi tentang seseorang, kita akan mudah membentuk pikiran kita sesuai dengan apa yang ada di kepala kita. Misalnya, sekali anda melihat pacar saudaramu adalah sosok yang egois, kau akan membentuk dan terus menerus untuk melihat perilakunya condong mencerminkan perilaku egois.

Kesan awal kami dari seseorang sering kali cukup akurat, namun tidak selalu tepat, dan oleh sebab itu penting untuk mempertimbangkan atau merevisi penilaian awal didasarkan dengan interaksi lebih lanjut dengan orang tersebut.

Bagaimana menghindari kesalahan ini: Secara aktif anda dapat melihat keluar untuk bukti dan contoh yang bertentangan dengan asumsi anda. Dalam psikologi, ini disebut, "disconfirming evidence."

  
3. Apakah anda jatuh ke dalam ketertarikan atau Bias Kemiripan?

Orang-orang cenderung menilai orang lain lebih positif ketika mereka menarik secara fisik. Kita juga cenderung menilai orang-orang yang mirip dengan kita lebih baik dari orang-orang yang tampak berbeda.

Tanyakan pada diri Anda jika Anda menilai seseorang yang lebih atau kurang positif berdasarkan daya tarik fisik mereka atau sejauh mana Anda memiliki kesamaan dengan orang itu (seperti latar belakang bersama atau penampilan, seperti keduanya memiliki janggut atau tato.)

Bagaimana menghindari kesalahan ini: Carilah bias ini dalam situasi penting seperti jika Anda mempekerjakan seseorang untuk pekerjaan, atau ketika Anda memasuki situasi baru dan mungkin tertarik pada orang-orang yang lahiriah serupa dengan Anda.

4. Apakah penilaian Anda dipengaruhi oleh saat ini atau pengalaman masa lalu?

Misalnya, jika Anda baru saja memiliki pengalaman buruk dengan "useless" dengan layanan customer service, maka Anda mungkin lebih cenderung menganggap bahwa customer service berikutnya akan sama-sama tidak berguna dan tidak membantu.

Demikian juga, kadang-kadang orang yang melintasi jalan kita mengingatkan kita seseorang dari masa lalu kita, dan itu dapat mempengaruhi penilaian kita tentang orang baru. Misalnya, Anda pergi kencan dengan seseorang yang tampak fisik atau perangai mirip dengan salah satu orang tua Anda. Atau, Anda benci anak laki-laki bernama Trevor di sekolah dasar dan sekarang Anda merasa sulit untuk menyukai siapa pun disebut Trevor.

Bagaimana menghindari kesalahan ini: Perhatikan ketika reaksi Anda tampak keluar dari proporsi pemicu, atau ketika Anda menemukan diri Anda menuju ke situasi dengan sikap defensif atau negatif. Tanyakan pada diri sendiri apakah Anda sedang membawa beban emosional dari masa sekarang atau pengalaman masa lalu yang mempengaruhi emosi Anda.


5. Asumsi Kesamaan

Sebagai suatu generalisasi, kita cenderung menganggap orang lain berpikir seperti kita dan memiliki keinginan yang sama. Misalnya, jika Anda menyukai liburan pantai, Anda mungkin menganggap bahwa orang lain juga menyukainya. Jika Anda berpikir bahwa team-building exercises adalah buang-buang waktu, Anda mungkin berpikir bahwa kebanyakan orang lain juga berpendapat seperti itu. Jika Anda memerlukan kantor yang bersih untuk menjadi produktif, Anda mungkin berpikir orang lain pun demikian.

Bagaimana menghindari kesalahan ini: Biasakan memperhatikan keragaman dalam harapan dan keinginan orang lain. Memberi orang lain kesempatan untuk memberitahu Anda jika zona kenyamanan mereka tidak cocok dengan anda, misalnya; ketika menunjukkan lokasi makan malam, menawarkan pilihan antara makanan Thailand dan sesuatu yang lain, bukan hanya mengatakan "Apakah Anda suka makanan Thailand?"



Sumber Tulisan: 
Psychology Today ditulis oleh Alice Boyes, Ph.D., dialih bahasakan oleh Wawan Kurniawan