Bagaimana Kesehatan Mental Bagi Pria yang Telah dan Belum Menikah?

INDOPOSITIVE.org - Pernikahan memiliki berbagai manfaat, salah satunya terkait dengan kesehatan mental. Dalam studi yang  di lakukan oleh sejumlah peneliti di Ohio State University, temuannya telah dipublikasikan dalam Journal of Family Psychology menemukan, bahwa pernikahan mampu meningkatkan kesehatan mental pria. Menurut para peneliti, sebagian besar pria mendapatkan dorongan untuk lebih sehat secara mental ketika mereka memiliki pasangan.

Peneliti menggunakan data yang dikumpulkan untuk studi National Longitudinal Survey of Youth 1997 dengan responden pria Amerika yang lahir antara tahun 1980 dan 1984. Mereka menganalisa bagaimana hidup bersama dengan pasangan pasca pernikahan berdampak pada kesehatan emosional para pria. Hasilnya, tekanan emosional pria berkurang jauh ketika mereka memutuskan untuk menikahi pasangannya, sementara bagi pria yang hanya hidup bersama dengan pasangan tanpa pernikahan, tidak mengalami penurunan tekanan emosional.

Bagaimana kesehatan mental setelah menikah? via michelephoenix.com


"Pria yang mempertahankan hubungan tanpa pernikahan, tanpa sadar terus-menerus menguji hubungan tersebut. Sehingga akan sangat mungkin menimbulkan prasangka negatif terhadap pasangan, agresi fisik yang lebih besar, hingga terjadinya penurunan komitmen. Sedang pria yang memutuskan untuk menikah tidak melihat hubungan tersebut sebagai sebuah tes, melainkan penuh kepercayaan. Sehingga lebih mampu menikmati manfaatnya dan berinvestasi lebih banyak dalam pernikahan,” papar penulis studi.

Namun sebelum Anda memutuskan untuk mengirimkan foto cincin pertunangan pada pasangan, temuan ini masih memiliki keterbatasan. Pasalnya peneliti tidak meneliti lebih dalam tentang kualitas hubungan pasca pernikahan. Dengan kata lain, kesehatan mental pria dinilai akan membaik bila pria dan istrinya memiliki hubungan yang damai. Bila yang terjadi sebaliknya, bukan tidak mungkin pria akan mengalami tekanan emosional yang tinggi.

Penulis: Wawan Kurniawan
Editor: Wawan Kurniawan
Sumber: Womens Health 

Ruang belajar Psikologi Positif

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments :

Post a Comment