Dispositional Optimism: Seberapa Jauh Kamu Melangkah? - IndoPositive

Breaking

Friday, November 20, 2015

Dispositional Optimism: Seberapa Jauh Kamu Melangkah?


INDOPOSITIVE.org - Dispositional Optimism dapat kita jelaskan sebagai suatu harapan tentang hal-hal yang lebih baik dan diinginkan akan terjadi dibandingkan dengan hal-hal buruk di masa depan. Hal tersebut merupakan harapan yang juga dapat menjadi bagian dari kepribadian sifat seseorang, karena ada beberapa orang yang secara nyata lebih optimis daripada pesimis.

Jika ada berpikir bahwa "Diet tidak pernah bekerja" atau "aku bodoh" sempat terlintas dalam pikiran anda. Atau apakah anda pernah merasa bahwa hari ini hanya akan menjadi hari yang dipenuhi hal buruk? Apakah anda pernah merasakan itu? Apakah Anda setuju atau tidak setuju dengan semua itu?

Jika anggukan kepala anda lebih sering, mungkin saja anda masuk dalam dunia pesimis: di mana kita akan lebih percaya bahwa hal-hal buruk selalu terjadi meski kita telah mencoba sebaik mungkin. Seperti yang anda ketahui, ini adalah sisi berlawanan dari optimisme; cerah dan penuh keberuntungan. Sebelum kita membuat penilaian atau membuat kesimpulan bahwa mana yang baik dan mana yang buruk, mari kita menyelami dua hal tersebut secara seksama.


Setiap hari selalu dipenuhi harapan positif via quotesgram.com


Karakteristik Optimisme VS Pesimisme

Perbedaan utama optimisme dan pesimisme dapat diketahui dengan melihat cara berpikir; optimisme memiliki harapan untuk lebih baik sementara pesimisme mengharapkan hal-hal buruk terjadi. Martin Seligman pun menjelaskan bahwa, orang pesimis "cenderung percaya akan peristiwa buruk mampu bertahan lama, serta merusak segala sesuatu yang mereka lakukan, dan bersumber dari kesalahan mereka sendiri."

Sebaliknya, bagi orang-orang optimis, "Mereka berpikir tentang kemalangan dengan cara yang berlawanan. Mereka cenderung percaya kekalahan hanya kemunduran sementara, bahwa penyebab dari masalah itu di luar dari dirinya. Optimis percaya kekalahan bukan kesalahan mereka: Keadaan, nasib buruk, atau orang lain di sekitarnya yang telah menjadi penyebab. Orang-orang tersebut tidak terpengaruh oleh kekalahan. Dihadapkan oleh situasi yang buruk, mereka malah menganggap sebagai tantangan dan berusaha lebih keras ".

Selain itu, dalam hal tantangan, orang optimis percaya diri dan terus-menerus tanpa kesulitan untuk mencapai kemajuan sementara orang-orang pesimis penuh cemas dan keragu-raguan.

Efek dari Optimisme VS Pesimisme

Ada banyak penelitian yang menunjukkan efek bagaimana berpikir optimis atau pesimis menciptakan dampak pada kehidupan Anda. Menurut buku Martin Seligman, Learned Optimism, pesimisme meningkatkan depresi, kecemasan, kegagalan, kesehatan yang buruk, dan itu memperburuk perasaan tidak peduli hasilnya.

Selalu ada kesempatan dan harapan via www.guideposts.org

Sebaliknya, berdasarkan studi seperti, "Dispositional Optimism and Stress-Induced Changes in Immunity and Negative Mood“, optimisme ditemukan menjadi "pelindung untuk kesehatan fisik dan mental dengan menangkal peningkatan stress. Penelitian lain pun menemukan bahwa orang optimis lebih baik dalam suatu hubungan dan pemecahan masalah. Selain itu, optimis bisa meningkatkan tingkat keberhasilan dalam hidup Anda karena keyakinan tentang kesuksesan hidup akan memotivasi Anda untuk terus menempatkan upaya dalam pekerjaan. Dengan demikian, semakin keras Anda mencoba semakin anda mendekati kesuksesan.

Dispositional Optimism

Salah satu kritik tentang orang optimis yang seringkali didengar adalah mereka terlalu naif dan melebih-lebihkan usaha mereka. Ya, hidup adalah sebuah tantangan. Anda tidak bisa positif untuk berharap bahwa Anda tidak akan mati jika Anda melompat dari gedung di ketinggian 500 meter. Bahkan, itulah yang disebut unrealistic optimism: "kecenderungan untuk melihat diri sendiri bahwa kemungkinan buruk lebih kecil terjadi dibandingkan orang lain”  

Namun, jenis yang lebih umum adalah Dispositional Optimism dengan definisi bahwa

"Dikonsep sebagai sesuatu yang stabil, sifat seperti karakteristik kepribadian yang secara umum terdiri dari, suasana hati yang positif atau sikap tentang masa depan dan kecenderungan untuk mengantisipasi hasil yang menguntungkan untuk situasi kehidupan, di mana sebagai dispositional pessimism secara umum dijelaskan cenderung pada ekspektasi negatif untuk masa depan"

Dalam banyak hal dispositional optimism, berkaitan dengan self control dan self efficacy.



Penulis: Wawan Kurniawan
Editor: Wawan Kurniawan
Sumber: positivepsychologyprogram.com/
Post a Comment
loading...