7 Kunci Ciptakan Hubungan Sehat dan Bahagia

INDOPOSITIVE.org, Menjalin hubungan sehat dan bahagia menjadi hal penting dalam kehidupan sehari - hari. Kali ini kami menjelaskan tujuh kunci untuk mendapatkan hal yang selama ini ingin dapatkan, "kebahagiaan". 

Ilustrasi

1.  Saling menghormati
Jika Anda dan pasangan tidak punya rasa saling menghormati, maka hubungan ini akan dimulai dengan sangat, sangat berat. Bukan bearti Anda harus menyetujui atau mengiyakan semua yang diucapkan atau dilakukan oleh pasangan. Respek berarti, Anda berdua dapat saling mengagumi , menanamkan rasa percaya terhadap satu sama lain, dan saling mendukung.
John Gottman, seorang pionir yang mempelajari tentang hubungan di antara pasangan dan perkawinan mengatakan bahwa, dirinya dapat mengetahui apakah pasangan suami sitri atau kekasih memiliki hubungan yang  ideal atau sebaliknya hanya dengan sekali pandang.
Bagaimana ia bisa tahu? Jika ada sedikit saja tanda seperti pandangan atau ucapan merendahkan saat pasangan kekasih atau suami istri berinteraksi, biasanya hubungan itu tidak akan berhasil. Sikap dan tindakan melecehkan, baik secara fisik, verbal, ataupun emosi akan menggerus respek. Intinya, Anda membutuhkan sikap saling menghargai agar dapat memiliki hubungan yang sehat.

2.  Argumentasi, Bukan Perang
“Saya tidak pernah melihat pasangan yang memiliki hubungan sehat tanpa pernah adu argumentasi. Mereka tidak pernah bertengkar, namun mereka tetap adu argumentasi. Jika ada pasangan yang datang menemui saya dan mengatakan bahwa mereka tidak pernah bertengkar, minimal mereka beradu pikiran.  Namun,  jika ada pasangan yang sama sekali tidak pernah bertengkat bahkan adu argumentasi,  maka ada yang salah di dalam hubungan mereka, jelas Dr. Stephanie Sarkis Ph.D, konselor bersertifikat nasional konselor kesehatan mental berlisensi, yang beberapa tulisannya pernah dipublikaasikan di  Journal of Attention DisordersThe ADHD Report, dan National Psychologist.
Anda dapat beradu pandangan tanpa perlu perang mulut. Bertukar pikiran bukanlah perang . Artinya, Anda dan pasangan dapat saling mengungkapkan perasaan dan pikiran tanpa perlu mengeluarkan nada tinggi atau saling memaki. Kadang, Anda berdua akan mengakhirinya dengan kata sepakat, namun tak jarang pula adu argumen berakhir dengan Anda berdua setuju untuk saling tidak setuju. Itu bukan masalah. Yang penting, Anda berdua dapat bersepakat mengenai hal-hal yang memang tidak bisa ditawar-tawar, seperti kesetiaan.

3.  Persetujuan untuk Urusan Seks
Anda berdua bisa menyetujui mengenai seberapa sering dan rutin jadwal bercinta, bagaimana Anda bercinta, di mana melakukannya, dan tentu saja harus ada partisipasi dari kedua belah pihak. Tolong diingat, seks bukanlah alat untuk menghukum dan jika pasangan Anda merasa kurang nyaman terhadap posisi atau lokasi tertentu, ungkapkan secara terbuka. Hindari untuk mengkritik. Sediakan aktu untuk bercinta. Sesibuk apa pun Anda berdua, selalu sempatkan untuk bercinta.

4.  Persetujuan dalam Mendidik Anak
Ada tiga gaya mendasar dalam mengasuh:
a) Otoriter: Peraturan adalah peraturan. Tanpa kecuali.
b) Wewenang: Ini yang saya sebut dengan kediktatoran yang baik.  Ada peraturan, anak-anak dapat mengemukakan pendapat mereka, namun orang tua tetap sebagai pengambil keputusan, papar Sarkis.
c) Toleran: Minim alias sedikit aturan.  
Jika Anda berdua mengalami ketidak setujuan dalam hal mendidik anak, bicarakan. Termasuk jika Anda berdua berbeda pendapat soal boleh atau tidak mendisiplin anak dengan dengan pukulan, karena mungkin saja Anda berdua lahir dari keluarga yang punya perbedaan gaya dalam mendidik anak-anaknya.

5.  Persamaan Mengenai Uang
Meskipun salah satu dari Anda memiliki penghasilan yang lebih besar dari yang lainnya, Anda berdua tetap memiliki hak yang sama untuk tahu kemana dan untuk apa uang digunakan atau dibelanjakan. Tidak ada yang namanya akun tersembunyi. Anda berdua harus sama-sama tahu jika salah satu akan membelanjakan uang dalam jumlah yang cukup besar.

Dalam hal pembagian tugas, jika Anda bertugas membayar seluruh tagihan, bayarlah tepat pada waktunya. Bila Anda berhalangan melakukan pembayaran, minta pasangan untuk melakukannya. Jika punya satu rekening bersama ternyata membingungkan, tak ada salahnya bila Anda berdua memutuskan punya rekening terpisah (bukan tersembunyi). Jangan khawatir. Ini bukan berarti hubungan Anda tidak sehat. Justru akan bagus, karena Anda dan pasangan tidak perlu bertengkar soal uang.

6. Tujuan dan Nilai-nilai yang Sama
Pasangan yang memiliki banyak perbedaan dalam hal minat tetap dapat memiliki hubungan yang sehat. Yang penting adalah keduanya memiliki nilai-nilai dan tujuan hidup yang sama. Pasangan dengan perbedaan kebudayaan atau kepercayaan juga tetap dapat membangun hubungan yang sehat  yaitu dengan tetap memiliki kesamaan dalam hal-hal yang penting. Kompak meraih tujuan hidup yang Anda berdua inginkan bersama akan memperkuat ikatan di antara Anda dan pasangan.

7.  Kesenangan
"Tubuh seksi dan wajah cantik akan memudar seiring berlalunya waktu. Namun menikahi laki-laki yang mampu membuat Anda tertawa bahagia, itulah kebahagiaan sesungguhnya. Begitu ucapan dari Joanne Woodward, mantan istri Paul Newman. Cukup teorinya. Ciptakan waktu untuk menikmati berbagai macam kesenangan bersama-sama. Hidup sudah cukup berat dan serius. Anda berdua perlu menertawakannya sesekali.

sumber: Psychology today

Ruang belajar Psikologi Positif

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments :

Post a Comment