Berbagi bersama "Laskar Decobook Sokola Pesisir" - IndoPositive

Breaking

Tuesday, July 29, 2014

Berbagi bersama "Laskar Decobook Sokola Pesisir"


Sehubungan dengan diadakannya Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2014, sejumlah Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar bekerjasama dengan komunitas IndoPositive Movement, komunitas psikologi yang bergerak dibidang pengembangan SDM, untuk melaksanakan pengabdian masyarakat dengan memberikan pelatihan kepada kelompok belajar di Sokola Pesisir Mariso, Makassar. Pelatihan tersebut dilaksanakan pada tanggal 9 Juli 2014, dan mulai beberapa jam setelah pemilihan umum calon presiden dan wakil presiden selesai, yakni dari pukul 14.00 hingga 16.00 WITA.
“Laskar Decobook Sokola” diangkat menjadi judul kegiatan yang bertujuan untuk memberikan pelatihan pembuatan decobook serta kewirausahaan bagi para pelajar yang ada di Sokola Pesisir Mariso, Makassar.  “Pelatihan decobook bersama teman-teman di Sokola Pesisir Mariso dapat memberikan kita pengalaman untuk terus belajar berbagi dengan sesama” ungkap Nurul salah seorang tim pelatihan, yang juga mahasiswa Fakultas Psikologi angkatan 2013.
 “Di Makassar, kerajinan decobook belum begitu berkembang. Hal tersebut disebabkan karena masih banyak masyarakat yang belum mengenal kerajinan buku bekas tersebut” jelas Ira selaku ketua pelaksana. Makassar merupakan penghasil buku bekas dengan jumlah yang besar. Hal tersebut disebabkan karena Makassar merupakan ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan sehingga terdapat pusat-pusat perkantoran yang mengomsumsi kertas/buku dalam jumlah yang besar. Selain itu, Makassar memiliki penduduk yang sangat besar sehingga menimbulkan konsumsi kertas yang besar pula. Buku bekas dari aktivitas komsumsi tersebut umumnya tidak dimanfaatkan, dijual kepada tukang loak, dan banyak yang dibuang sebagai sampah.




Sejarah Decobook
Kerajinan decobook dikenal di Indonesia pada Januari tahun 2001. Sejarah dimulainya decobook di Indonesia adalah ketika Riek Schuitemaker, seorang wanita Belanda  yang juga pakar decobook dan Parchment craft (kerajinan kertas kalkir)  datang ke Indonesia. Dari situlah Josephine Retno Widyati bersama beberapa ibu-ibu mulai belajar  membuat decobook.
Bahan decobook yang akan dibuat terdiri dari buku bekas hard cover dengan ketebalan 2 – 5 cm, lem matilen atau lem wallpaper, cat tembok, cat patina, cat wallpaper, dan asessoris. Decobook merupakan suatu bentuk seni yang bertujuan untuk mengolah buku bekas yang tidak terpakai sehingga menjadi barang hiasan. Buku lama atau buku bekas dapat dihias dan menjadi barang yang akan menjadi kerajinan dan bersifat kreatif. Kerajinan decobook akan menjadi barang yang menjanjikan untuk diubah menjadi barang komersil. Decobook dapat menghasilkan karya yang indah dan dapat menjadi barang dengan harga jual tinggi.

Belajar Berwirusaha
Jika decobook yang dihasilkan rapi dan baik, maka decobook tersebut dapat dijual antara Rp. 300.000,- sampai dengan jutaan rupiah. Harga tersebut tergantung tingkat kerumitan pembuatannya dan asessori yang digunakan. Harga tersebut ditentukan dari hasil kreatif pembuatan serta aksesoris yang digunakan.  Sokola Pesisir merupakan salah satu ruang belajar yang terletak di Jl. Nuri Lr 300. No 131 Mariso. Sokola Pesisir memiliki potensi untuk dikembangkan. Aktivitas belajar mengajar diikuti oleh anak-anak hingga remaja yang berada di daerah pemukiman kumuh rumah susun kota Makassar daerah Mariso. Sebagian dari anggota belajar adalah anak yang putus sekolah yang disebabkan alasan ekonomi.
Keberadaan Sokola Pesisir Mariso tentu memberikan dampak positif terhadap pengembangan pertumbuhan anak-anak di lokasi tersebut. “Salah satu kendala dalam aktivitas tersebut adalah pendanaan yang kadang terhambat. Dana tersebut digunakan untuk menyediakan perlengkapan belajar bagi para anggota pesisir” kata Toni yang bekerja sebagai relawan di Sekola Pesisir Mariso.

“Semoga dari pelatihan tersebut para anggota Sokola Pesisir dapat memiliki keterampilan membuat decobook yang memiliki nilai seni dan ekonomis serta dapat menjaga keberlangsungan sokola pesisir” harap Dede salah seorang relawan dari Komunitas IndoPositive Movement. Kedepan, hasil karya dari adik-adik Sokola Pesisir akan dipromosikan keberbagai pihak dan menjadi bentuk usaha dalam mendapatkan dana demi melanjutkan kegiatan-kegiatan yang ada. Semoga decobook dapat menjadi bentuk wirausaha bagi adik-adik serta member kondisi yang lebih baik untuk keberlangsungan Sokola Pesisir nantinya. Semoga.