Apa Yang Membuat Manusia Bahagia? - IndoPositive

Breaking

Wednesday, December 25, 2013

Apa Yang Membuat Manusia Bahagia?

INDOPOSITIVE.org - Lund University dan Sahlgrenska Academy di Swedia menghelat studi, yang kemudian menyimpulkan fakta baru tentang alasan manusia merasa bahagia.

Pada umumnya, perempuan pasti senang dan bahagia saat shopping, dan berhasil mendapatkan tas, sepatu, baju dengan harga diskon yang mutakhir. Namun menurut studi terkait, ternyata kebahagiaan tidak berhubungan dengan kekayaan materi, melainkan hubungan antarsesama, yaitu melalui persahabatan, bersama pasangan, dan keluarga.

"Karena ketika kita memiliki barang, entah itu gaun cantik, mobil, atau rumah, bahagianya hanya sesaat saja, dan tidak bertahan lama. Kebahagiaan karena materi hanya akan membuat seseorang semakin serakah," ujar Sonja Lyubomirsky, profesor jurusan psikologi di University of California, Riverside, Amerika Serikat.

Penulis buku Myth of Happiness ini menambahkan, penelitian terhadap rasa bahagia ini melibatkan seseorang yang sedang sangat bahagia begitu mendapat kejutan, penghargaan, dan perubahan yang terjadi di sekitarnya.

Akhirnya, ditarik kesimpulan bahwa ada empat cara yang memberikan pengaruh positif pada seseorang hingga membuatnya bahagia. Mungkin, lain waktu dilanda uring-uringan, coba terapkan beberapa tips berikut ini:


ilustrasi


Membeli hadiah untuk seseorang
Peneliti di Harvard Business School, University of British Columbia, dan University of Liege suatu kali pernah mengadakan penelitian, mereka melakukan uji coba, yaitu memberikan uang senilai Rp 200.000 kepada seseorang dan memintanya untuk dibelanjakan. Ternyata, orang tersebut mengaku bahwa ia merasa lebih bahagia saat sedang membelikan hadiah untuk orang lain.

"Orang lebih bahagia ketika ia bisa membuat orang lain juga bahagia," ujar Lyubomirsky.

Bersyukur dengan apa yang dimiliki saat ini
Kali lain Lyubomirsky pernah melakukan penelitian dan lagi-lagi menemukan fakta menarik terkait rasa bahagia. Partisipan diminta untuk meninggalkan apa yang mereka miliki selama 30 hari, dan mereka mengaku merasa tidak nyaman. Cara ini menyadarkan mereka untuk bersyukur dengan apa yang mereka miliki, walau sederhana sekalipun. Selain itu, waktu yang dihabiskan dengan teman sembari menikmati makan bersama di restoran favorit juga ditengarai sebagai hal sedernaha yang membuat orang bahagia.

Merencanakan perjalanan
Ternyata, mereka yang merencanakan sebuah perjalanan lebih bahagia dibanding mereka yang tidak pernah melakukannya sama sekali. Meskipun pada kenyataannya kadang liburan juga bisa memicu stres, seperti misalnya menghadapi pesawat yang delay atau pengalaman selama liburan yang ternyata tidak sesuai ekspektasi. Namun, semangat dan kebahagiaan saat merencanakan perjalanan mampu memberi efek positif yang membuat seseorang bahagia.

Jangan memaksakan kehendak
Menurut Lyubomirsky, manusia lebih bahagia ketika mereka hidup mengalir dan menikmati apa yang tersedia. Seiring dengan usia, seseorang menjadi sering berpikir dan mengkhawatirkan banyak hal. Tanpa disadari waktu berlalu tanpa arti. Menikmati setiap momen yang terjadi pada hidup dapat membuat Anda lebih bahagia.

(Rahman Indra/Kompas.com)